Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

PM Kanada Kutuk Penyemprotan Merica pada Pengungsi Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, mengutuk serangan terhadap pengungsi Suriah dengan menggunakan semburan berbahan merica, saat acara penyambutan di Vancouver. Polisi memperlakukan insiden ini sebagai kejahatan kebencian.

Dilaporkan laman NST, Minggu (10/1/2016) mengutip AFP, yang disemprot merica itu adalah pengungsi Suriah yang baru saja tiba. Penyemprotnya seorang pengendara sepeda motor tidak dikenal saat para pengungsi berkumpul di luar saat acara penyambutan di Pusat Asosiasi Muslim Kanada, kata polisi Vancouver.

“Ini bukan kepribadian kita –dan tidak mencerminkan ciri kita dalam memberikan penyambutan yang hangat,” tulis Trudeau di Twitter.

“Saya mengutuk serangan terhadap pengungsi Suriah di Vancouver,” tambahnya.

Polisi mengatakan “sejumlah orang” dirawat oleh paramedis dan petugas layanan bantuan dan kebakaran Vancouver atas semprotan merica tersebut.

Siaran milik publik CBC menyebutkan, setidaknya 30 orang terkena semburan merica.

“Meskipun motif penyemprotan menggunakan lada masih belum diketahui pada saat ini, para penyidik menyimpulkan hal itu dilandasi sebagai kejahatan kebencian, sampai diketemukan motif lainnya,” kata Departemen Kepolisian Vancouver (VPD) dalam pernyataannya.

Walikota Vancouver Gregor Robertson dalam twitternya menyebutkan insiden itu “adalah tampilan kebencian menjijikkan – dan Vancouver tidak akan tinggal diam untuk itu.”

VPD sedang melakukan penyelidikan dan mencari pelaku, yang diduga mengenakan kaus berkerudung putih.

Pemerintah Kanada telah menerima lebih dari 6.000 pengungsi Suriah pada akhir 2015, jauh dari targetnya 10.000 orang. Pemerintah berjanji akan memenuhi target bahwa pada bulan Januari.

Kanada rata-rata menerima 250.000 pengungsi dari seluruh dunia setiap tahun.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Admin Hidcom

Bagikan:

Berita Terkait

DK PBB Kurangi Sanksi Atas Libya

DK PBB Kurangi Sanksi Atas Libya

Benarkah Ada Tarif Nikah mut’ah?

Benarkah Ada Tarif Nikah mut’ah?

Jerman Kekurangan Sinterklas

Jerman Kekurangan Sinterklas

Polisi Saudi Dikabarkan Siksa Pekerja Ilegal Etiopia

Polisi Saudi Dikabarkan Siksa Pekerja Ilegal Etiopia

Kampus Muslim Pertama di Amerika

Kampus Muslim Pertama di Amerika

Baca Juga

Berita Lainnya