Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Milisi Wanita Kristen Suriah Ikut Angkat Senjata

Mirror.co.uk
Kekuatan militer wanita Kristen dari Hasakeh, Suriah timur itu membentuk brigade “Female Protection Forces of the Land Between the Two Rivers”
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekelompok wanita Kristen di utara timur Suriah membentuk unit militer perempuan dengan dalih melawan kelompok Daulah Islamyiah Iraq wa Syam (DAIS/ISIS/ISIL) di wilayah tersebut.

Para wanita Kristen dari Hasakeh, Suriah timur itu membentuk brigade “Female Protection Forces of the Land Between the Two Rivers” yang didirikan oleh perempuan Kurdi, yang dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

“Land Between Two Rivers” adalah sebutan untuk daerah yang terletak antara Sungai Tigris dan Efrat, di mana di wilayah itu dihuni warga Kristen. Salah satu komunitas penghuni wilayah itu adalah warga Syriacs, sebuah sekte kuno Kristen yang anggotanya berdoa menggunakan bahasa Aramic atau Suryani.

Dikutip Mirror.co.uk, brigade wanita ini memiliki 50 anggota yang mengaku siap perang melawan ISIS.

Milisi yang dilatih di Kota Al-Qahtaniyeh, pertama kali terlibat pertempuran dengan ISIS ketika bergabung dengan pasukan koalisi lokal yang terdiri dari pasukan Kurdi, Arab dan milisi Kristen. Mereka bersatu dalam kelompok Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang baru-baru ini merebut kembali wilayah Al-Hol.

Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG)

Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG)

Mereka bukan satu-satunya kekuatan penentang ISIS yang semua anggotanya perempuan. Sebelumnya ada para perempuan yang bergabung dalam YPG yang mengangkat senjata untuk melawan ISIS. Kelompok YPG bangkit salah satunya termovitasi keyakinan yang dianut ISIS bahwa membunuh seorang gadis Kurdi tidak akan membuat kelompok kelompok itu masuk surga.

Salah satu milisi wanita Kristen kepada AFP mengatakan suaminya mendukungnya untuk meninggalkan dua anaknya guna bergabung dalam brigade pemerang ISIS.

Kepada The Guardian, Babilonia, perempuan berusia 36 tahun dari Suriah ikut bergabung dengan kelompok inidan mengaku tidak menyesal meninggalkan profesinya sebagai penata rambut.

Bukan itu saja pengorbanan Babilonia, dia harus rela meninggalkan kedua anaknya demi memperjuangkan masa depan anak-anaknya, Limar dan Gabriella.

Bukan hanya rindu, tapi juga khawatir tentang keadaan anak juga seringkali muncul di benak Babilonia.  “Tapi saya mencoba memberitahu mereka (anak-anaknya) bahwa aku sedang berjuang untuk melindungi masa depan mereka”, terang Babilonia

Gereja Katolik Suryani adalah sebuah gereja Kristen di kawasan Suriah yang memiliki praktik-praktik dan ritus-ritus yang sama dengan Gereja Ortodoks Suriah. Jumlah mereka sekitar 15 persen dari 1,2 juta orang Kristen Suriah.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) banyak mendapat bantuan senjata dari Amerika Serikat (AS).*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengadilan di Korsika Kukuhkan Larangan  Burkini

Pengadilan di Korsika Kukuhkan Larangan Burkini

Pakaiankan Putranya Kaos Jihad, Wanita Prancis Didenda Rp 30 Juta

Pakaiankan Putranya Kaos Jihad, Wanita Prancis Didenda Rp 30 Juta

Dituduh Pakai Uang Dinas untuk Beli Apartemen Mewah Menkes Australia Mundur

Dituduh Pakai Uang Dinas untuk Beli Apartemen Mewah Menkes Australia Mundur

Jumlah Muslim Inggris Melebihi 3 Juta

Jumlah Muslim Inggris Melebihi 3 Juta

Perbankan Syariah Bakal Tumbuh Dua Kali Lipat

Perbankan Syariah Bakal Tumbuh Dua Kali Lipat

Baca Juga

Berita Lainnya