Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Muktamar Oposisi di Riyadh: “Suriah Esok” Demokrasi Tanpa Assad

Bagikan:

Hidayatullah.com–Muktamar oposisi Suriah di Riyadh ditutup dengan pernyataan bersama, dimana para peserta sepakat bahwa untuk ke depan bentuk negara Suriah sebagai negara sipil demokratis. Mereka juga menegaskan bahwa untuk proses transisi mereka menolak peran presiden Bashar Al Assad, demikian lansir Al Jazeera (10/12/2015).

Dalam pertemuan yang berlangsung tiga hari tersebut, para peserta muktamar juga sepakat mengenai pembentukkan lembaga tinggi untuk perundingan.

Pihak oposisi juga menyatakan kesiapannya untuk mengadakan pertemuan dengan wakil dari pemerintahan Suriah kini di bawah pengawasan dan inisiatif PBB dalam waktu yang terbatas.

Peserta muktamar itu sendiri dihari 100 peserta dan dipilih 32 anggota untuk perundingan diantaranya 10 dari faksi-faksi, dan 9 dari Persatuan Nasional Suriah, 5 dari gabungan beberapa faksi (Hai’ah Tansiq) dan 8 orang dari pihak independen.

 

 

Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq

Bagikan:

Berita Terkait

Kenya Minta PBB Tutup Kamp Pengungsi Dadaab

Kenya Minta PBB Tutup Kamp Pengungsi Dadaab

Saudi Nyatakan Sejumlah Kelompok sebagai Organisasi Teroris

Saudi Nyatakan Sejumlah Kelompok sebagai Organisasi Teroris

AS Jualan Senjata Lagi ke Bahrain

AS Jualan Senjata Lagi ke Bahrain

Arab Saudi Dikabarkan Menangkap Syeikh Salman al Audah

Arab Saudi Dikabarkan Menangkap Syeikh Salman al Audah

Amerika Kedatangan Sampah Tsunami Jepang

Amerika Kedatangan Sampah Tsunami Jepang

Baca Juga

Berita Lainnya