Rabu, 3 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Internasional

Geert Wilders: Turki Tak Akan Diterima Jadi Anggota Uni Eropa

Anggota Parlemen Belanda, Geert Wilders.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Politisi sayap kanan-jauh asal Belanda, Geert Wilders, mengatakan kepada rakyat Turki “kalian tidak diterima di sini” dalam sebuah video berisi penentangannya terhadap keinginan Turki bergabung dengan Uni Eropa.

Dalam rekaman video berbahasa Inggris dilengkapi teks terjemahan bahasa Turki, yang diunggah ke internet pada hari Jumat (4/12/2015), seperti biasa Wilders bicara blak-blakan, “Pemerintah kalian membodohi kalian, sehingga kalian percaya bahwa suatu hari kalian akan menjadi anggota Uni Eropa. Well, lupakan itu.”

“Kalian bukan orang Eropa dan tidak akan pernah menjadi orang Eropa. Sebuah negara Islam seperti Turki tidak layak menjadi bagian dari Eropa,” kata Wilders seperti dikutip Reuters. “Kami tidak menginginkan lebih banyak Islam, justru mengharapkan berkurang. Jadi, Turki, menjauhlah dari kami, Kalian tidak diterima di sini.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Turki telah mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa untuk menekan jumlah arus migran ke Eropa, dengan imbalan pemerintah Ankara akan mendapatkan bantuan dana 3 milir euro untuk pengungsi Suriah yang ada di Turki, warganegara Turki akan diperbolehkan melancong ke zona Schengen dengan bebas visa dan proses aplikasi Turki menjadi anggota UE akan dipercepat. [Baca: Uni Eropa dan Turki Sepakati 3 Miliar Euro Dana Penanggulangan Krisis Migran]

Video Wilders itu mengundang kecaman keras dari Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

“Kita memiliki kebebasan berbicara, tetapi perkataan semacam ini, yang sangat dicela oleh segenap negeri dan seluruh penduduknya, sama sekali tidak dapat diterima, dan itu sama sekali tidak memberikan kontribusi untuk pemecahan masalah,” kata Rutte.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Geert Wilders akan mendulang suara banyak di parlemen, jika digelar pemilu saat ini, sebab pamornya sedang naik. Partainya bisa jadi mendapatkan kursi lebih banyak dari 2 partai koalisi pemerintah saat ini.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

China Hukum Mati Dua Kanada Terdakwa Kasus Narkoba

China Hukum Mati Dua Kanada Terdakwa Kasus Narkoba

Jenewa Larang Penjualan Plastik Sekali Pakai Mulai 2020

Jenewa Larang Penjualan Plastik Sekali Pakai Mulai 2020

Nasib Afghanistan Dibahas di Bonn

Nasib Afghanistan Dibahas di Bonn

CIA Akui Keberadaan Area 51

CIA Akui Keberadaan Area 51

Minat Belajar Bahasa Arab di Iran Meningkat

Minat Belajar Bahasa Arab di Iran Meningkat

Baca Juga

Berita Lainnya