Rabu, 17 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Internasional

Pesantren Wirausahawan Bisa Jadi Solusi Permasalahan Sosial

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pesantren  entrepreneur (wirausahawan) memiliki peranan penting dan berkontribusi besar dalam pengembangan masyarakat. Bahkan, model pengembangan masyarakat yang dilakukan Pesantren Entreprenur ini dapat dikembangkan atau direplikasi pada pesantren lainnya.

Hal itu disampaikan oleh peneliti SEBI Islamic Business & Economics Research Center (SIBER-C) Efri Syamsul Bahri pada 1st World Islamic Social Science Congress (WISSC) yang digelar University Sultan Zainal Abidin pada tanggal Selasa –Rabu (1-2 December 2015) di Putrajaya International Convention Centre (PICC) Putrajaya Malaysia.

Sekjen Forum Pemuda Bangun Negeri (FPBN) ini mengatakan, berdasarkan data Kemenang (2012) jumlah pesantren di Indonesia mencapai sebanyak 27.230 dengan jumlah santri 3,65 juta (2011), merupakan sebuah potensi yang begitu besar dalam upaya meningkatkan kemampuan perekonomian ummat Islam.

“Untuk itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang maksimal kepada pesantren agar mampu menjadi pusat-pusat  entrepreneur nasional. Dengan demikian pesantren memiliki kapasitas dalam melakukan pengembangan masyarakat terutama melalui pembinaan terhadap para santri menjadi  entrepreneur atau wirausahawan,” jelas Staf Pengajar STEI SEBI ini dengan paper berjudul Peranan Pesantren  entrepreneur dalam Pengembangan Masyarakat yang merupakan kolaborasi tim yang terdiri dari Zainal Arif (Universitas Muhammadiyah Tangerang), Efri Syamsul Bahri (STEI SEBI), Zulfitria (Universitas Muhammadiyah Jakarta) dan Muhammad Shibghotullah (STEI SEBI).

Sebagai gambaran, saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 1,65 persen. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah penduduknya mencapai 250 juta orang. Bandingkan dengan Singapura yang telah memiliki wirausaha mencapai 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 3 persen. Padahal jumlah penduduknya lebih sedikit dari penduduk Indonesia.

Sebagai gambaran, The World Islamic Social Science Conference (WISCC) menyediakan platform untuk akademisi, pembuat kebijakan dan organisasi non-pemerintah dari negara-negara anggota OKI untuk bertemu dan fokus pada isu-isu kontemporer yang mempengaruhi umat Islam di seluruh dunia. WISSC berfungsi untuk meningkatkan jaringan antara anggota OKI di berbagai tingkatan.

WISCC yang pertama kali ini, diorganisir oleh Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) sebuah universitas publik Malaysia. Selama lebih dari 35 tahun UnisZA mengembangkan keunggulan dalam pendidikan dan telah lama mengakui nilai intrinsik Ilmu Sosial dan kemampuannya untuk berkontribusi pada tingkat nasional dan internasional. Kedepan, UniSZA akan berfungsi sebagai sekretariat untuk kongres penting ini.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bayi Lahir Tanpa Lengan di Sejumlah Daerah, Prancis Lakukan Penyelidikan Nasional

Bayi Lahir Tanpa Lengan di Sejumlah Daerah, Prancis Lakukan Penyelidikan Nasional

Diaudit Boros, Bos Proyek Lingkungan PBB Mundur

Diaudit Boros, Bos Proyek Lingkungan PBB Mundur

Kasus Serangan Seksual Julian Assange di Swedia akan Kadaluarsa

Kasus Serangan Seksual Julian Assange di Swedia akan Kadaluarsa

Penyanyi Erotis Tak Tanggapi Penolakan Warga Muhammadiyah di Malaysia

Penyanyi Erotis Tak Tanggapi Penolakan Warga Muhammadiyah di Malaysia

Diancam Akan Diperas, YouTuber Dandan Cantik Akhirnya Mengaku Transgender

Diancam Akan Diperas, YouTuber Dandan Cantik Akhirnya Mengaku Transgender

Baca Juga

Berita Lainnya