Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Internasional

Saudi Beri Penampungan 1 Juta Warga Yaman

KSA
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Yaman Riad Yassin , baru-baru ini memperingatkan bahwa Yaman akan berada di ambang keruntuhan sosial setelah tindakan pemberontakan, lapor sebuah koran lokal dikutip Arabnews.com.

Yasin mengatakan bahwa masa depan Iran mencoba untuk ikut campur terhadap urusan negara tersebut juga melibatkan usaha untuk “membuat negara di dalam negara lain,” dan dapat memaksa situasi yang mirip dengan Hizbullah di Libanon.

Yassin juga mengungkapkan bahwa lebih dari satu juta warga negara Yaman telah mengungsi ke Arab Saudi sejak kudeta pemberontak Syiah al Houthi (Hautsyi).

Menurut Yassin, orang Yaman rmerasa merasa lebih bemartabat bisa dipertahankan di sini. Sementara, Eropa sudah membuat keributan besar di seluruh dunia atas ketidakmampuan mereka mengakomodasi 150 ribu pengungsi Suriah, kata Menlu.

“Yaman, setelah kemenangan yang dicapai dalam Operasi Panah Emas (Gold Arrow Operation) dan kemajuan untuk mendapatkan kembali pemerintahan dan provinsi, akan tetap mempertimbangkan dengan serius bagaimana agar bisa berhubungan kembali dengan erat dan strategis dengan negara-negara Teluk. Harus ada beberapa mekanisme yang diberlakukan untuk menghubungkan Yaman dengan negara tetangga. Jika yag tersisa bagi Yaman hanyalah mimpi untuk bergabung dengan Dewan Kerjasama Teluk, ia akan menyebabkan kesengsaraan secara besar-besaran bagi permasalahan politik dan ekonomi, dan atau bahkan bisa menuju kebangkrutan,” katanya.

Sebelumnya, Kerajaan Teluk tersebut pernah mengumumkan “masa belas kasih” sebagai tanggapan bagi permintaan Presiden Yaman Abdrabbu Mansyur Hadi agar Arab Saudi mendukung warga dan Pemerintah Yaman. Masa itu berakhir pada 7 Juli, tapi Arab Saudi memperpanjangnya lagi sampai 16 Agustus atas permintaan Pemerintah Yaman di pengasingan di Riyadh.

Warga Yaman yang tinggal secara gelap di Arab Saudi bisa memperoleh visa kunjungan enam bulan yang dapat diperbarui setelah memperoleh dokumen perjalanan dari pemerintah mereka. Mereka juga diperkenankan bekerja sejalan dengan peraturan di negeri tersebut.*

Rep: Karina Chaffinch
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Protes Hukum Islam, Feminisme dan LGBT Amerika dinilai Hipokrit

Protes Hukum Islam, Feminisme dan LGBT Amerika dinilai Hipokrit

Google Peringati Lahirnya Ilmuwan Muslim Al Buzjani

Google Peringati Lahirnya Ilmuwan Muslim Al Buzjani

Prancis Telah Menutup Puluhan Masjid dan Sekolah Islam Tahun Ini

Prancis Telah Menutup Puluhan Masjid dan Sekolah Islam Tahun Ini

Atheis AS Buka Kedok Republik Bangun Negara Teokratis Kristen

Atheis AS Buka Kedok Republik Bangun Negara Teokratis Kristen

Saudi Bakal Larang Panggil Taksi di Jalanan

Saudi Bakal Larang Panggil Taksi di Jalanan

Baca Juga

Berita Lainnya