Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

UNHCR: Jangan Kambinghitamkan Pengungsi untuk Paris

UNHCR
Bagikan:

Hidyatullah.com–Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada 17 November lalu, United Nation High Commissions for Refugees (UNHCR) menyatakan duka citanya atas peristiwa yang terjadi di Paris yang menelan banyak korban jiwa.

Lebih lanjut, lembaga penanganan pengungsi milik PBB tersebut memperingatkan akan adanya kemungkinan pengungsi yang datang dari Timur Tengah akan dikambinghitamkan.

“UNHCR sangat terganggu dan khawatir atas pemberitaan-pemberitaan yang belum terbukti bahwa pelaku penyerangan di Paris kemungkinan masuk ke Eropa bersamaan dengan gelombang pengungsian yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar juru bicara UNHCR, Melissa Fleming di konferensi pers di Genewa, Swiss.

“Kami percaya pada pentingnya menjaga reputasi sistem suaka. Suaka dan terorisme tidak berkaitan satu sama lain. Konferensi Pengungsian tahun 1951 jelas menyatakan hal tersebut dan bahkan tidak memberikan suaka kepada mereka yang telah melakukan tindak kriminal,” lanjut Fleming.

Fleming kembali menekankan kebanyakan mereka yang mengungsi ke Eropa lari dari penyiksaan atau efek-efek yang membahayakan keselamatan jiwa mereka akibat dari perang yang berkecamuk. Lebih buruk lagi bahwa mereka tidak dapat mencapai Eropa lewat jalan-jalan yang lebih aman. “Kebanyakan pengungsi berusaha kabur dari para ekstrimis dan terorisme, jenis-jenis orang yang melakukan teror di Paris. Sebuah dunia yang menyambut orang-orang Suriah dapat mengalahkan ekstrimis. Namun dunia yang menolak orang-orang Suriah, serta para pengungsi Muslim, hanya akan menuang minyak dalam api propaganda orang-orang tersebut,” ujar Fleming lagi http://unhcr.org.

Lebih lanjut, UNHCR juga mengkawatirkan efek dari serangan tersebut, terutama kepada masa depan para pengungsi.

“Kami sangat tersinggung dengan kata-kata yang digunakan untuk merendahkan pengungsi secara keseluruhan. Ini sangat berbahaya dan dapat menuntun pada xenophobia dan ketakutan. Masalah keamanan di Eropa sangatlah kompleks. Para pengungsi tidak boleh dijadikan kambing hitam dan tidak boleh menjadi korban kedua setelah peristiwa tragis tersebut.”*

Rep: Tika Af'idah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Muslim AS Cemas, Idul Fitri Bareng Peringatan 11 September

Muslim AS Cemas, Idul Fitri Bareng Peringatan 11 September

Pakistan Tangkap Gadis Afghan Bermata Hijau karena Identitas Palsu

Pakistan Tangkap Gadis Afghan Bermata Hijau karena Identitas Palsu

Turki Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Saudi yang Menewaskan Warga Syiah

Turki Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Saudi yang Menewaskan Warga Syiah

Tokoh Syiah Hasan Nasrallah Salahkan Saudi atas  Pengunduran Diri PM Hariri

Tokoh Syiah Hasan Nasrallah Salahkan Saudi atas Pengunduran Diri PM Hariri

Covid-19: Paris Wajibkan Masker di Tempat Keramaian Terbuka

Covid-19: Paris Wajibkan Masker di Tempat Keramaian Terbuka

Baca Juga

Berita Lainnya