Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Perjuangkan Kebebasan Beribadah Wanita Muslim Pakai Hijab Bendera AS

Bagikan:

Hidayatullah.com–Di tengah meningkatnya sentimen anti-Muslim di Amerika Serikat setelah serangan di Paris, seorang perempuan memberanikan diri menunjukkan jiwa patriotisme sekaligus keimanannya dengan menggunakan hijab bermotif bendera Amerika Serikat di siaran TV Fox News.

Perempuan bernama Saba Ahmed, pendiri Koalisi Muslim pendukung Partai Republik, tampil di program berita Megyn Kelly untuk membela hak masyarakat Muslim di Amerika Serikat untuk beribadah dengan bebas.

Ia memilih mengenakan hijab tersebut untuk menegaskan opininya.

“Saya memutuskan memakai jilbab (bendera Amerika Serikat) di detik-detik terakhir,” ujar Ahmed, yang tadinya akan mengenakan hijab berwarna ungu, dilansir BBC, Jumat (20/11/2015).

“Perempuan-perempuan yang mendandani juga mengatakan hijab ini cantik. Saat akan memakai hijab ungu, mereka bilang jika saya ingin menunjukkan pendirian saya, saya tidak boleh setengah-setengah,” tambahnya.

Kami juga orang Amerika

Selama acara berlangsung, dia harus berhadapan dengan juru bicara Donald Trump, calon presiden dari Partai Republik, yang menyebutkan masjid-masjid di Amerika Serikat harus ditutup untuk mencegah terorisme.

“Pesan yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kami juga orang Amerika, kami adalah Muslim, dan kami pendukung Partai Republik. Kami harus dianggap dan diterima,” lanjut Ahmed.

Pilihan busana Ahmed menjadi sorotan di media sosial dan disinggung paling tidak lebih dari 800 kali sampai Kamis (19/11).

Seorang pengguna media sosial menulis, “Perempuan yang menggunakan bendera Amerika Serikat sebagai hijab harusnya memenangkan perhargaan.”

Pengguna media sosial lain menulis, “Menyedihkan. Tentara AS meninggal untuk bendera itu. Itu bukan hijab.”

Yang lain memperbincangkan seberapa sering bendera AS dikenakan sebagai lambang patriotisme.

“Jika kalian semua mengizinkan perempuan lain menggunakan bendera AS di bikini/celana dalam, maka perempuan Muslim juga boleh mengenakannya sebagai hijab.”

Respon negatif tidak menurunkan semangat Ahmed. Menurutnya, komentar kebencian hanya menunjukkan betapa orang AS tidak peduli terhadap Islam, yang justru diserang oleh para pendukung di Twitter.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Malaysia Berniat Jadi Barometer Dunia Produk Halal

Malaysia Berniat Jadi Barometer Dunia Produk Halal

Empat Negara Eropa Sepakat Pengadaan Vaksin Coronavirus dengan AstraZeneca

Empat Negara Eropa Sepakat Pengadaan Vaksin Coronavirus dengan AstraZeneca

Pakistan Marah Atas Pembakaran Perpustakaan Bersejarah Iraq

Pakistan Marah Atas Pembakaran Perpustakaan Bersejarah Iraq

Pejuang Moro akan Tanda Tangani Pakta Perdamaian di Manila

Pejuang Moro akan Tanda Tangani Pakta Perdamaian di Manila

Ayah Wartawan Prancis Pro-Palestina Meninggal Dijahili Aktivis Zionis

Ayah Wartawan Prancis Pro-Palestina Meninggal Dijahili Aktivis Zionis

Baca Juga

Berita Lainnya