Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Internasional

Bersama Pemberontak Kurdi, Fethullah Gulen Masuk dalam Daftar Teroris Pemerintah Turki

Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Fethullah Gulen, dulu, ketika masih mesra.
Bagikan:

 Hidayatullah.com—Pemerintah Turki mempublikasikan daftar terbaru berisi nama-nama orang yang dianggap sebagai teroris pada Rabu (28/10/2015), sehari sebelum perayaan Hari Republik, yang di dalamnya terdapat nama para pemimpin pemberontak Kurdi (PKK), anggota ISIS/ISIL, dan tokoh Muslim Fethullah Gulen.

Daftar itu memuat nama-nama dan informasi rinci 728 orang, yang diperingkat dan dikategorikan dalam lima kode warna; merah (paling dicari), biru, hijau, oranye dan abu-abu.

Salah satu nama yang dimasukkan dalam kategori “merah” adalah tokoh agama Fethullah Gulen, yang saat ini menetap di Amerika Serikat. Gulen didakwa terlibat dalam upaya menggulingkan pemerintah Turki –yang dikuasai AK Parti– melalui aktivitas yang disebut pemerintah sebagai “negara paralel”.

Termasuk dalam kategori merah lainnya adalah para pemimpin pemberontak Kurdi dari Partai Pekerja Kurdi (PKK), pendiri PKK Cemil Bayik, ketua sementara PKK Murat Karayilan dan tokoh senior PKK Suran Kalkan, lapor kantor berita Anadolu seperti dikutip Hurriyet.

Ada 72 nama anggota PKK dalam daftar teroris itu.

Selain itu, 12 anggota ISIS/ISIL juga dimasukkan dalam daftar tersebut. Mereka dituduh sebagai pelaku dua ledakan bom di Ankara pada 10 Oktober lalu di mana 102 orang tewas.

Nama-nama lain yang terpampang dalam daftar teroris itu termasuk anggota militan kanan-jauh DKHP-C dan Partai Komunis Marxis-Leninis (MLKP).

Barangsiapa dapat memberikan informasi yang menggiring pada penangkapan orang-orang tersebut berhak mendapatkan hadiah berupa uang antara 300.000 lira hingga 4 juta lira (1 lira Turki sekitar 4.700 rupiah), demikian menurut situs terorarananlar.pol.tr.

Kementerian Dalam Negeri Turki mempublikasikan daftar nama teroris itu pada hari yang sama ketika polisi anti huru-hara menyerbu dua stasiun televisi dari kelompok media Koza Ipek, yang dimiliki oleh konglomerat yang berkaitan dengan Gulen.

Fethullah Gulen sebelumnya adalah teman politik Erdogan, yang membantu partai Islam AKP –bentukan mantan presiden Abdullah Gul dan Erdogan–berkembang luas dan dikenal masyarakat. Gulen merupakan figur Muslim yang disegani dan memiliki banyak pengikut dan pendukung, mulai dari kalangan biasa hingga akademisi, petinggi di pemerintahan, kepolisian, militer dan pengusaha. Gerakan Gulen memiliki banyak organisasi kemasyarakatan. Sekolahnya dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi tersebar luas di seluruh penjuru Turki hingga ke sejumlah negara.

Hubungan Erdogan-Gulen menjadi getir setelah muncul tuduhan dugaan korupsi atas pejabat pemerintah dan orang-orang di lingkaran dalam Erdogan dan AKP. Pemerintah Turki menuding kelompok Gulen yang mengarang tuduhan-tuduhan korupsi itu dan membocorkannya ke media, termasuk lewat sejumlah rekaman di YouTube. Sejak itu pula media cetak, elektronik dan internet di Turki kerap dibungkam, meskipun pengadilan kemudian menghidupkannya kembali.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Hantu Hafez Al Assad Menakuti Pengungsi Suriah

Hantu Hafez Al Assad Menakuti Pengungsi Suriah

Lebih dari 4 Orang Diyakini Pengikut Syiah Ditangkap di Kedah

Lebih dari 4 Orang Diyakini Pengikut Syiah Ditangkap di Kedah

Pameran Seni Islam di LA Dikunjungi Ribuan Orang

Pameran Seni Islam di LA Dikunjungi Ribuan Orang

Pertunjukan yang Dibintangi Tokoh Fiktif Yahudi di TV Saudi Picu Perdebatan

Pertunjukan yang Dibintangi Tokoh Fiktif Yahudi di TV Saudi Picu Perdebatan

Bayi Pengungsi Suriah Jadi Korban Pemerkosaan di Gaziantep

Bayi Pengungsi Suriah Jadi Korban Pemerkosaan di Gaziantep

Baca Juga

Berita Lainnya