Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Benyamin Netanyahu Pidato Kontroversial, Sudutkan Muslim terlibat Holocaust

Benyamin Netanyahu
Bagikan:

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memancing kontroversi hari Rabu (21/10/2015), beberapa jam sebelum mengunjungi Jerman, dengan mengatakan mantan syeikh Muslim di Yerussalem, kota yang kini dicaplok Israel meyakinkan Hitler untuk memusnahkan orang Yahudi.

Dalam sebuah pidato yang disampaikan kepada “Kongres Zionis ke 37” pada Selasa, Netanyahu menyebutkan sejumlah serangan yang dilakukan kaum Muslim terhadap orang Yahudi di Palestina selama tahun 1920-an, yang ia sebut akibat hasutan Mufti Yerusalem, Haji Amin Al-Husseini.

Menurut Netanyahu, Husseini terbang ke Berlin untuk mengunjungi Hitler pada tahun 1941 dan dalam pertemuan tersebut mempengaruhi keputusan pemimpin Nazi itu untuk meluncurkan kampanye pemusnahan kaum Yahudi.

“Hitler tidak mau menghabisi Yahudi saat itu, (melainkan) ia ingin mengusir Yahudi, dan Haji Amin Al-Husseini mendatangi Hitler dan bilang, ‘Jika kau mengusir mereka, mereka semua akan datang ke sini.’

“Jadi apa yang harus kulakukan terhadap mereka?” ucap Netanyahu menirukan ucapan Hitler ke mufti yang kemudian menjawab, “Bakar mereka,” ujarnya dikutip Reuters.

Netanyahu, yang ayahnya dikenal ahli sejarah terkemuka, dengan cepat mendapat serangan kalangan politisi oposisi dan para ahli sejarah Holocaust yang menyatakan ia telah mendistorsi sejarah.

Para pakar holocaust ini mencatat pertemuan antara Husseini dan Hitler terjadi pada 28 November 1941.

Dua tahun sebelumnya, pada Januari 1939, Hitler telah menyampaikan keinginannya untuk memusnahkan ras Yahudi pada Reichstag (parlemen Nazi Jerman).

Pejabat Palestina mengatakan Netanyahu terlihat melepaskan Hitler dari tuduhan pembunuhan 6 juta Yahudi untuk menaruh kesalahan kepada umat Muslim. Twitter pun dipenuhi gelombang kritik.

“Hari yang menyedihkan dalam sejarah ketika pemimpin pemerintah Israel sangat membenci tetangganya sampai ia berkeinginan membebaskan dari tuduhan atas penjahat perang paling terkenal dalam sejarah, Adolf Hitler, pada pembunuhan 6 juta orang Yahudi,” kata Sekretaris Umum Palestine Liberation Organisation Saeb Erekat.

“Netanyahu harus berhenti memanfaatkan tragedi kemanusiaan imi untuk mencetak poin bagi akhir politiknya,” ucap Erekat, kepala negosiator Palestina dengan Israel.

Sementara Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon, mengatakan si Perdana Menteri itu telah salah paham.

“Sebenarnya memang bukan (Husseini) yang menemukan ‘Solusi Terakhir’,” kata Yaalon kepada Radio Israel. “Itu adalah gagasan kejam Hitler sendiri.”

Tidak jelas sumber mana yang diandalkan Netanyahu terhadap tanggapannya. Sebuah buku yang terbit pada tahun 1947 “The Mufti of Jerusalem” dan sebuah laporan koran jaman itu mengatakan mantan wakil Hitler memberikan kesaksian pada pengadilan kejahatan perang Nuremberg bahwa Husseini telah menyusun rencana dengan pemimpin Nazi untuk membersihkan Eropa dari kaum Yahudi.

Husseini dituduh atas kejahatan perang tapi tak pernah muncul dalam proses pengadilan dan kemudian ia meninggal di Kairo.

Dina Porat, professor di Tel Aviv University dan kepala sejarawan Yad Vashem mengatakan, bahwa mufti yang disebut pertama kali oleh Hitler atas ide untuk membunuh dan membakar orang Yahudi itu tidak benar.

“Ide untuk menyingkirkan Yahudi dari dunia adalah tema utama ideologi Hitler, jauh sebelum ia bertemu dengan mufti,” ujarnya kepada Radio Israel.

Porat dan yang lainnya menekankan bahwa pembunuhan orang-orang Yahudi dimulai sejak Juni 1941. Meski si mufti ingin “Solusi Terakhir” itu diperluas, dia bukanlah orang yang pertama menggagas ide tersebut.

“Tapi, menurut pendapat saya, mengatakan bahwa mufti tersebut yang memberikan idenya kepada Hitler adalah salah,” tambah Porat.*

 

 

 

Rep: Karina Chaffinch
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PBB Janji Lindungi Tempat Ibadah se-Dunia

PBB Janji Lindungi Tempat Ibadah se-Dunia

UE, Kanada dan AS Jatuhkan Sanksi Baru Atas Rusia

UE, Kanada dan AS Jatuhkan Sanksi Baru Atas Rusia

Erdogan Kunjungi Iran Bahas Referendum Kurdistan

Erdogan Kunjungi Iran Bahas Referendum Kurdistan

Rusuh, Tunisia Nyatakan Negara Darurat

Rusuh, Tunisia Nyatakan Negara Darurat

Jamal Khasoggi Raih “Person of the Year” Versi Time

Jamal Khasoggi Raih “Person of the Year” Versi Time

Baca Juga

Berita Lainnya