Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Di Berlin Ratusan Ribu Orang Menolak Perdagangan Bebas Eropa-Amerika

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pihak penyelenggara merasa sukses besar setelah mengklaim berhasil menggerakkan 250.000 orang pada hari Sabtu (10/10/2015) untuk turun ke jalan di kota Berlin, Jerman, guna memprotes perjanjian perdagangan bebas antara Eropa dengan Amerika Serikat dan Kanada.

“Ini adalah aksi protes terbesar yang pernah terjadi di negara ini selama bertahun-tahun,” kata Christoph Bautz, direktur gerakan massa, Compact, dalam pidatonya di depan peserta aksi protes yang digelar bersama dengan kelompok-kelompok peduli lingkungan, organisasi amal dan partai-partai oposisi.

Kanselir Angela Merkel pernah mengatakan bahwa dia ingin Transatlantic Trade and Investment Partnership (TTIP) dengan Washington ditunaikan sebelum masa bakti Presiden AS Barack Obama berakhir.

Namun kelompok penentang TTIP di Jerman bertambah tahun belakangan ini, di mana mereka khawatir perjanjian itu akan memberikan kekuasaan terlalu besar kepada perusahaan-perusahaan multinasional dengan mengorbankan konsumen dan pekerja.

Para demonstran –yang menurut polisi jumlahnya tidak sebanyak yang diklaim penyelenggara– mengatakan TTIP juga akan mengakibatkan penurunan standar kesehatan dan lingkungan, contohnya dengan produk pertanian hasil modifikasi genetik seperti yang banyak dipakai di Amerika Serikat. Sebagaimana diketahui, produksi pertanian di AS banyak dihasilkan dari tanaman hasil rekayasa genetik, yang di Eropa dianggap memiliki efek samping berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Tidak hanya itu, penentang TTIP juga mempertanyakan tentang standar kesejahteraan hewan-hewan ternak jika perdagangan bebas diberlakukan, yang menurut mereka perjanjian tersebut dibuat secara tertutup alias rahasia.

Aktivis penentang TTIP mengatakan perjanjian perdagangan bebas itu akan memaksa orang-orang Eropa memakan ayam yang dicuci dengan bahan kimia klorin atau daging dari hewan ternak yang diberi pakan mengandung hormon penggemuk.

Sementara itu kelompok pengusaha berharap perdagangan bebas itu akan mendulang pendapatan ekonomi untuk Eropa lebih dari 88 milyar euro.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Rabi Gutow: Indonesia Sangat Berarti Bagi AS dan Israel

Rabi Gutow: Indonesia Sangat Berarti Bagi AS dan Israel

Ikuti Jejak CIA, Agen Mossad direkrut dari Kampus

Ikuti Jejak CIA, Agen Mossad direkrut dari Kampus

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis Penjara Seumur Hidup

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis Penjara Seumur Hidup

Yordania Tangkap Penyelundup 3 Juta Pil Narkoba dan Ganja

Yordania Tangkap Penyelundup 3 Juta Pil Narkoba dan Ganja

Kasus Coronavirus di Iran Melebihi 1.000.000

Kasus Coronavirus di Iran Melebihi 1.000.000

Baca Juga

Berita Lainnya