Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Internasional

Penghina Nabi ini Dapat Penghargaan di Luar Negeri

Sejumlah ulama mengatakan Badawi telah murtad dan menodai ajaran Islam
Bagikan:

Hidayatullah.com—Blogger penghina Islam Raif Badawi mulai menjalani hukuman cambuk bertahap tetapi kemudian dihentikan setelah ia jatuh sakit.

Penulis blog Arab Saudi, yang dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 1.000 kali dan hukuman penjara selama 10 tahun ini divonis menghina Islam oleh pengadilan Saudi, sebaliknya dianugerahi pengpenghargaan kebebasan berbicara di London.

Raif Badawi menerima penghargaan International Writer of Courage 2015, dikeluarkan oleh English PEN yang mengkampanyekan kebebasan berpendapat dan menghilangkan segala hambatan terhadap kesusasteraan.

Penghargaan diberikan kepada Raif Badawi dan James Fenton, seorang penyair, wartawan dan kritikus sastra Inggris.

Penyerahan penghargaan digelar di British Librabry, London pada Selasa (06/10/2015) malam sebagaimana dikutip BBC.

Badawi diwakili oleh salah seorang pendiri Wikipedia, Jimmy Wales.

Dalam sambutannya, Wales menyatakan penghargaan itu diharapkan dapat membantu pembebasan Badawi.

Raif Badawi divonis bersalah menghina Islam melalui tulisannya tentang para ulama di Arab Saudi dan juga dinyatakan bersalah melanggar undang-undang teknologi.

Pada Januari tahun ini, ia menjalani hukuman cambuk 50 kali. Peristiwa itu dikecam pedas oleh sejumlah negara Barat.

Sedianya ia akan dicambuk lagi secara bertahap tetapi ditunda karena alasan kesehatan.

Juli lalu ia dijatuhi hukuman 7 tahun kurungan dengan 600 cambukan atas dakwaan melanggar UU anti-kejahatan siber. [baca: Didakwa Hina Islam, Blogger Liberalis Saudi Diancam Hukuman Mati]

Raif Badawi telah menghuni di balik jeruji besi selama lebih dari setahun sejak ditahan bulan Juni 2012 lalu.

Sejumlah ulama mengatakan ia telah murtad dan menodai ajaran Islam melalui tulisan-tulisannya di internet maupun komentarnya di televisi.

Pengadilan kriminal Jeddah, yang mengadili di tingkat banding menyatakan pendiri situs Free Saudi Liberals itu bersalah menghina Islam melalui situsnya.

Bermuka Dua

Eropa termasuk di antara Negara bermuka dua dalam memainkan peran melindungi pembenci dan penghina Islam. Di satu sisi mereka mengaku menjunjung tinggi ha asasi dan kebebasan namun di sisi lain anti kebebasan berbicara.

Sebelum ini, Presiden Prancis Francois Hollande sempat mengatakan, ‘kejahatan anti Semit’ (anti Yahudi) tak punya tempat di Prancis.

Senada dengan Prancis, Inggris bahkan mempertaruhkan independensinya melindungi penjajah Zionis Israel. Negeri ini pernah memboikot Konferensi Dunia Anti-Rasisme tahun 2011, akibat banyak Negara menekan Israel.

Menteri Luar Negeri Inggris kala itu mengancam tidak akan mengirim delegasi pada pertemuan PBB untuk memperingati ulang tahun ke-10 Konferensi Dunia Anti-Rasisme. Ia bahkan menyebut acara itu ‘anti-Semit.’

Namun sikap ini berubah ketika ada orang dan kelompok mencela dan menghina simbol-simbol yang dihormati Islam. Mereka buru-buru menyebutkan ‘kebebasan berpendapat’ bahkan memberinya penghargaan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Peroleh Rp 223,6 Triliun pada Musim Haji Tahun Ini

Saudi Peroleh Rp 223,6 Triliun pada Musim Haji Tahun Ini

Akhirnya Lady Gaga Menolak Tampil Lebih Sopan

Akhirnya Lady Gaga Menolak Tampil Lebih Sopan

‘Israel’ Menambahkan Dua Saluran Berita yang Tayang di UEA

‘Israel’ Menambahkan Dua Saluran Berita yang Tayang di UEA

Selama 10 tahun, Tak ada Rakyat Kelantan Murtad

Selama 10 tahun, Tak ada Rakyat Kelantan Murtad

Mahkamah Agung AS: Terpidana Mati Tak Berhak akan Kematian Tak Menyakitkan

Mahkamah Agung AS: Terpidana Mati Tak Berhak akan Kematian Tak Menyakitkan

Baca Juga

Berita Lainnya