Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Rumah Sakitnya Dibom Pasukan Amerika-NATO, Dokter Tanpa Batas Tinggalkan Kunduz

Rumah sakit MSF di Kunduz yang mengalami rusak parah akibat serangan udara pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Organisasi relawan Medecins Sans Frontiers (Dokter Tanpa Batas) mengatakan stafnya telah meninggalkan rumah sakitnya yang terletak di kota Kunduz, Afghanistan, setelah tempat itu dibom dalam serangan udara yang dilakukan oleh pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat.

Sedikitnya 22 orang, termasuk staf MSF, tewas dalam serangan itu, lapor BBC Ahad (4/10/2015).

MSF mengatakan sejumlah tenaga medis juga merawat orang-orang yang terluka di klinik-klinik lain di Kunduz.

MSF mengatakan sebagian besar stafnya ditarik keluar kota tersebut.

“Rumah sakit MSF sudah tidak berfungsi lagi. Semua pasien kritis telah dipindahkan ke fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya dan tidak ada staf MSF yang bekerja di rumah sakit kami,” kata seorang wanita jurubicara MSF kepada AFP.

“Pada tahap ini saya tidak dapat mengkonfirmasi apakah trauma centre milik kami di Kunduz akan dibuka kembali, atau tidak,” imbuh wanita tersebut.

MSF mengatakan rumah sakit itu merupakan penyelamat bagi kehidupan ribuan warga di Kunduz dan wilayah utara Afghanistan.

Dua belas anggota MSF dan 10 pasien tewas ketika rumah sakit itu dihantam bom, ketika pasukan Afghanistan yang dibantu pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat bertempur berusaha merebut kembali Kunduz dari Taliban.

Puluhan lainnya terluka dan rumah sakit mengalami kerusakan parah akibat serangkaian serangan udara yang berlangsung lebih dari satu jam dimulai Sabtu (3/10/2015) pukul 02:00 pagi waktu setempat.

Lewat Twitter MSF berkata, “Rumah sakit itu berulang kali dan secara tepat dihantam setiap kali serangan udara dilakukan, sementara bagian lain dari tempat itu kebanyakan tidak tersentuh.”

“Tidak seorang pun staf kami melaporkan tentang adanya pertempuran di dalam lingkungan rumah sakit sebelum serangan udara AS dilakukan pada Sabtu pagi,” kata MSF.

Pasukan Afghanistan dikabarkan sekarang telah berhasil merebut kembali Kunduz dari Taliban.

MSF menuntut agar dilakukan penyelidikan atas serangan udara pasukan AS dan sekutunya yang menarget rumah sakit yang dikelolanya itu.

Militer Amerika Serikat mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, lapor BBC.

Amerika Serikat dan sekutunya tidak jarang melancarkan serangan atas fasilitas non-militer dengan alasan di tempat tersebut bercokol anggota kelompok bersenjata yang menjadi targetnya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pasangan Libanon-Suriah Pembunuh PRT Filipina Dihukum Mati di Kuwait

Pasangan Libanon-Suriah Pembunuh PRT Filipina Dihukum Mati di Kuwait

Dr Mohammad Nuh Terima Penghargaan dari Kaisar Jepang

Dr Mohammad Nuh Terima Penghargaan dari Kaisar Jepang

Pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi Dipercai Tewas oleh Serangan Rusia

Pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi Dipercai Tewas oleh Serangan Rusia

Aturan Khitan Kembali jadi Perdebatan di Jerman

Aturan Khitan Kembali jadi Perdebatan di Jerman

Pelajar SMA Ujian Akhir Nasional, Aljazair Matikan Layanan Internet

Pelajar SMA Ujian Akhir Nasional, Aljazair Matikan Layanan Internet

Baca Juga

Berita Lainnya