Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Jika Jadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan Pulangkan Pengungsi Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pengusaha yang ingin maju sebagai calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, hari Kamis (1/10/2015) mengatakan bahwa dia akan mengirimkan ribuan pengungsi Suriah kembali ke negara asalnya jika dirinya terpilih dalam pemilu bulan Nopember mendatang.

Pernyataan Trump di layar televisi CNN itu diungkapkan pada hari yang sama di mana pesawat-pesawat militer Rusia mulai melancarkan serangan udara di bagian tengah dan utara Suriah. Operasi militer itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan Rusia di luar negeri sejak Uni Soviet berusaha menduduki Afghanistan tahun 1979.

“Dengar, jika Rusia ingin pergi ke sana, jujur, akan lebih baik jika kita pergi ke sana sebagai satu kesatuan. Tapi jika Rusia pergi ke sana dan menghajar ISIS dan mungkin menstabilkan negeri itu, maka akan terjadi imigrasi besar di mana 200.000 orang akan menuju Amerika Serikat …,” kata Trump seperti dikutip AFP.

“Jika saya menang, saya akan katakan itu sekarang dan saya akan mengatakannya kepada kalian, 200.000 orang itu –mereka harus tahu ini dan dunia akan mendengarnya– mereka akan dipulangkan.”

“Kami tidak akan menerima 200.000 orang yang kemungkinan adalah ISIS. Kita tidak tahu siapa mereka. Dan saya katakan kepada kalian sekarang, mereka mungkin saja datang lewat kelemahan (Presiden Barack) Obama,” kata Trump, jika dia benar-benar sampai di Gedung Putih.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Aljazair “Hapuskan” Kurikulum Islam

Aljazair “Hapuskan” Kurikulum Islam

Militer Inggris Jadikan Masjid Sasaran Tembak

Militer Inggris Jadikan Masjid Sasaran Tembak

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Putin atas Kemenangannya dalam Pilpres

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Putin atas Kemenangannya dalam Pilpres

Qatar Pulihkan Sepenuhnya Hubungan Diplomatik dengan Iran

Qatar Pulihkan Sepenuhnya Hubungan Diplomatik dengan Iran

Tentara Myanmar Mengakui ‘Pola yang Lebih Luas’ dari Pelanggaran Terhadap Muslim Rohingya

Tentara Myanmar Mengakui ‘Pola yang Lebih Luas’ dari Pelanggaran Terhadap Muslim Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya