Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Warga Albury Cemaskan Rencana Kelompok Anti Islam Australia

ABC
Umat Islam di Albury, di perbatasan New South Wales dan Victoria, berencana merenovasi rumah ibadah mereka
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kelompok anti Islam di Australia yang menamakan dirinya United Patriot Front (UPF) berencana datang ke Albury, kota pedalaman di perbatasan negara bagian New South Wales dan Victoria. UPF menyatakan akan menghalangi rencana renovasi rumah ibadah warga Muslim setempat.

UPF, yang merupakan pecahan dari kelompok anti Islam lainnya bernama Reclaim Australia, sebelumnya telah melakukan aksi demo menentang rencana pembangunan masjid di Kota Bendigo.

Ketika itu, warga Bendigo melakukan aksi tandingan guna menghadang kelompok anti Islam yang datang ke kota itu, Sabtu (29/8/2015).

Kini, Shermon Burgess, pria yang menyebut dirinya sebagai juru bicara UPF, mengumumkan di media sosial rencana kelompok ini untuk datang ke Albury.

Dalam video tersebut, Shermon Burgess, mengatakan ia akan datang ke Albury dan kota pedalaman lainnya bernama Orange, setelah “menyelesaikan problem di Bendigo”.

“Saya sendiri dengan senang hati akan datang ke [Albury] dan merebut kembali kota itu,” katanya demikian dikutip Radio ABC.

Selain ditentang oleh warga Bendigo, aksi UPF sebelumnya di Kota Melbourne juga dihadang oleh aksi kelompok anti rasis, bahkan sempat terjadi bentrokan.

Menurut pejabat kota Albury, David Thurley, pemerintah setempat cemas dengan rencana kelompok UPF melakukan aksi demo di kota mereka.

“Ini masalah serius. Mereka itu kelompok penuh kebencian dan menjijikkan,” kata Thurley.

“Seseorang yang datang ke suatu kota dan menyebarkan bibit kebencian dan menimbulkan masalah, saya tidak paham dari mana asal mereka dan apa yang ingin mereka capai,” jelasnya.

Menurut Thurley pihaknya telah menghubungi kepolisian setempat terkait masalah ini.

“Saya berharap jika warga Albury tidak menginginkan hal ini, mereka harus menyuarakan opininya bahwa kita tidak menginginkan orang-orang rasis di kota ini,” katanya.

Sementara itu rumah ibadah yang selama ini dipergunakan warga Muslim setempat adalah rumah biasa yang sudah tua. Karenanya Islamic Society of Albury-Wodonga berencana melakukan renovasi untuk menjadikan pusat komunitas tersebut menjadi lebih layak.

Menurut Ketua Islamic Society of Albury-Wodonga Yakub Muhammad, kondisi bangunan rumah ibadah yang sada saat ini juga menjadi sorotan warga setempat karena dipandang sudah tidak layak.

“Kami tidak punya dana, namun apa yang bisa kami lakukan adalah mengumpulkannya dari warga setempat,” katanya. Rencana renovasi diperkirakan memerlukan biaya 380 ribu dolar (Rp. 3,8 miliar).

Muhammad menjelaskan, bangunan yang ada rencananya akan dirubuhkan untuk diganti bangunan baru yang lebih layak.

Menanggapi rencana UPF yang akan datang ke sana untuk berdemo, Muhammad mengatakan para anggota kelompok itu sebenarnya hanyalah “orang-orang kesepian” yang ingin menjadi bagian dari suatu kelompok.

“Yang 2 persennya memang orang ektrimis yang percaya bahwa kami akan menguasai Australia,” katanya. “Mereka sangat terobsesi dengan gagasan bahwa Islam itu begitu buruknya.”

Dia menambahkan, jika UPF datang ke sana dan melakukan aksi demo mereka, kemungkinan jumlah mereka tidak akan begitu banyak.

“Mereka akan menyadari bahwa penduduk Albury-Wodonga tidak akan begitu perduli dengan mereka. Kelompok ini hanya cari-cari perhatian saja,” tambah Yakub Muhammad lagi.*

Rep: Panji Islam
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Selamatkan Orang Yahudi, Muslim Prancis Dapat Anugerah Kepahlawanan

Selamatkan Orang Yahudi, Muslim Prancis Dapat Anugerah Kepahlawanan

Muslim AS Mengaku Lebih Dinamis

Muslim AS Mengaku Lebih Dinamis

49 Orang Diadili karena Perang di Iraq Tanpa Izin Penguasa Saudi

49 Orang Diadili karena Perang di Iraq Tanpa Izin Penguasa Saudi

Airbus Ganti CEO dan COO Terkait Kasus Korupsi

Airbus Ganti CEO dan COO Terkait Kasus Korupsi

Mantan PM Israel Yitzhak Shamir Meninggal

Mantan PM Israel Yitzhak Shamir Meninggal

Baca Juga

Berita Lainnya