Selasa, 28 September 2021 / 20 Safar 1443 H

Internasional

Crane yang Jatuh di Masjidil Haram Buatan Jerman, Bukan China

Pondasi crane (warna hijau-hitam) terjungkal sehingga alat berat itu menimpa bangunan Masjidil Haram.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Alat berat berupa crane yang jatuh di Masjidil Haram, Makkah, pada hari Jumat (11/9/2015) sehingga merenggut nyawa 111 orang dibuat di Ehingen, Jerman. Fakta itu menghapus rumor yang merebak di media-media sosial yang mengatakan bahwa alat berat itu buatan China.

Menjawab pertanyaan dari Arab News pada hari Senin (14/9/2015), kepala corporate communications dari Liebherr Group Kristian Kueppers mengatakan bahwa perusahaannya sangat berduka dengan kecelakaan tragis tersebut dan korban nyawa dan luka yang diakibatkan, serta menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban.

Kueppers mengatakan terdapat sekitar 30 crane sejenis yang dipakai di seluruh dunia. “Crawler crane (derek pengangkut material dalam pembangunan gedung bertingkat) yang paling hebat di dunia desain konvensional adalah alat kami LR13000,” kata Kueppers.

“Ada banyak alasan berbeda mengapa sebuah crane bisa ambruk,” kata Kueppers. “Pada saat ini tidak mungkin bagi Liebherr untuk memberikan pernyataan konklusif. Kami tidak ingin terjebak dalam dugaan apapun. Kami ingin menunggu hasil penyelidikan resmi.”

Ketika ditanya apakah crane seperti itu dilengkapi kemampuan untuk menghadapi keadaan cuaca ekstrim, Kueppers berkata, “Ada petunjuk-petunjuk yang jelas dalam manual tentang bagaimana cara mengamankan (memperkuat) sebuah crane dalam berbagai kondisi cuaca berbeda-beda.”

Soal berapa lama waktu yang diperlukan untuk memasang alat berat semacam itu di sebuah lokasi pembangunan, Kueppers berkata, “Hal itu tergantung pada konfigurasinya dan keahlian dari tim yang mengerjakannya.”

Banyak gambar beredar di media yang menunjukkan crane buatan Liebherr itu pondasinya terjungkal ke depan sehingga struktur alat berat berukuran raksasa tersebut jatuh ke arah Masjidil Haram.

Pada hari Senin (14/9/2015), satu tim terdiri dari insinyur-insinyur perusahaan Saudi Binladin Group, datang untuk memotong-motong dan melucuti alat berat itu. Mereka mengatakan dibutuhkan waktu sekitar enam hari untuk menyingkirkannya dari lokasi.

Crane yang banyak dipasang di lokasi pembangunan Masjidil Haram kebanyakan berwarna kuning, dengan asumsi umum bahwa yang berwarna merah merupakan crane buatan China dan kuning buatan Jerman.

Namun, Kueppers menegaskan bahwa warna yang digunakan untuk mengecat crane tidak berarti apapun, atau dengan kata lain crane bisa diberi warna apa saja tanpa bermaksud menunjukkan identitas tertentu.

Kecelakaan akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram itu terjadi ketika cuaca di kota suci Makkah sangat ekstrim, yang mana hujan turun dan angin berhembus sangat kencang, menyusul badai pasir yang melanda Arab Saudi dan sekitarnya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua Ulama Uganda Bertemu Menteri Urusan Islam Saudi

Ketua Ulama Uganda Bertemu Menteri Urusan Islam Saudi

Protes Melawan Serangan Ghouta Timur di Kedutaan Rusia di Beirut

Protes Melawan Serangan Ghouta Timur di Kedutaan Rusia di Beirut

Beda Ideologi, Hamas Enggan Bantu Iran Bila Diserang Israel

Beda Ideologi, Hamas Enggan Bantu Iran Bila Diserang Israel

Sekjen PBB  Dengar Kisah Kekejaman tak Terbayangkan  terhadap Etnis Rohingya

Sekjen PBB Dengar Kisah Kekejaman tak Terbayangkan terhadap Etnis Rohingya

Kuba Sisipkan Kembali Komunisme dalam Draf Konstitusi Baru

Kuba Sisipkan Kembali Komunisme dalam Draf Konstitusi Baru

Baca Juga

Berita Lainnya