Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Balita Suriah yang Tenggelam di Bodrun Turki Telah Dimakamkan

BBC
Abdullah Kurdi (ayah Alan Kurdi), terlibat langsung dalam proses pemakaman dua anak dan istrinya di wilayah Kota Kobane, Suriah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Jenazah bocah Suriah, Alan Kurdi dan keluarganya yang meninggal dunia akibat kapal yang ditumpanginya tenggelam di pantai Turki telah dimakamkan di Kobane, Suriah.

Abdullah Kurdi, ayah Alan, ikut terlibat langsung dalam proses pemakaman dua anak dan istrinya di wilayah kota Kobane, Suriah

“Saya tidak lagi mempunyai masa depan. Masa depan saya telah sirna,” ujar Abdullah Kurdi dengan agak terisak dalam sambutan singkatnya dikutip BBC.

Para pejabat Turki mengatakan, konvoi kendaraan yang membawa jenazah Alan Kurdi dan keluarganya menyeberang ke Kota Kobane, Suriah, di dekat perbatasan Turki.

Setelah insiden kematian Alan beredar luas, polisi Turki menahan empat tersangka penyelundup manusia yang diduga menyelundupkan keluarga Kurdi dan puluhan orang lainnya.

Keempat tersangka merupakan warga negara Suriah, berusia antara 30 sampai 41 tahun, menurut kantor berita Turki, Dogan.

Ribuan orang pengungsi dan pendatang dari Timur Tengah dan Afrika tewas pada tahun ini setelah berusaha mencapai benua Eropa melalui laut.

Perhatian Dunia

Alan Kurdi, yang berusia tiga tahun, kakaknya Ghalib (berusia lima tahun) serta ibunya Rehan meninggal dunia saat kapal yang ditumpangi para migran asal Suriah tenggelam di dekat Pulau Kos, Yunani

Mereka ditemukan di tepi pantai Bodrum, Turki, pada 2 September 2015.

Foto jasad Alan Kurdi, dalam kondisi meninggal dan tergeletak di pinggir pantai, menjadi perhatian dunia. [Baca: Kisah Abdullah Kurdi Asal Suriah yang Putranya Ditemukan di Pantai Turki]

Tak lama, foto Alan menjadi trending topic di seluruh dunia dan memicu kemarahan masyarakat internasional yang mendesak Uni Eropa melakoni tindakan darurat untuk menampung para migran.

Foto jenazah Alan Kurdi yang ditemukan di pantai membangkitkan amarah publik meminta Uni Eropa menerima migran

Inilah foto yang menggugah reaksi dunia

 

Menurut petugas penjaga pantai Turki, sekelompok migran meninggalkan Turki melalui Semenanjung Bodrum menuju Pulau Kos di Yunani pada Rabu dini hari (02/09), namun dua perahu yang mereka tumpangi karam tidak lama kemudian.

Dua belas jenazah, termasuk lima anak-anak, ditemukan oleh aparat keamanan Turki.

Kemarahan itu kemudian menjelma menjadi semacam desakan agar Uni Eropa melakukan tindakan darurat untuk menampung para migran.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Imam Masjid Al-Khair Distrik Kandara Jeddah Meninggal karena Ditabrak

Imam Masjid Al-Khair Distrik Kandara Jeddah Meninggal karena Ditabrak

Pemred Charlie Hebdo Pernah Mengatakan: “Muhammad Tidak Suci Bagi Saya”

Pemred Charlie Hebdo Pernah Mengatakan: “Muhammad Tidak Suci Bagi Saya”

HPA International Bangun Jaringan Halal Mart, Siap Masuk Indonesia

HPA International Bangun Jaringan Halal Mart, Siap Masuk Indonesia

Oktober Amerika Serikat  Defisit 98,5 Milyar

Oktober Amerika Serikat Defisit 98,5 Milyar

Moskow Perbolehkan Kembali Warganya Terbang ke Turki

Moskow Perbolehkan Kembali Warganya Terbang ke Turki

Baca Juga

Berita Lainnya