Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pendeta Jackson: Amerika Tak Pantas Ceramah Soal HAM

Pendeta Jesse Jackson.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Amerika Serikat seharusnya menahan diri dari menyerang catatan HAM negara-negara tetangganya sampai negaranya sendiri berhasil mengatasi pelanggaran hak asasi manusia di dalam wilayahnya. Demikian ditegaskan Jesse Jackson, seorang pendeta yang cukup tersohor di AS, dalam wawancara dengan Euronews Selasa (25/8/2015).

Tokoh agama dan pegiat hak-hak sipil itu membela dukungannya atas upaya membangun hubungan yang baik dengan Kuba, yang telah diimplementasikan selama beberapa bulan belakangan.

Jackson menyoroti kondisi di dalam negara Amerika Serikat sendiri, yang mana negara adidaya itu memiliki jumlah penduduk sebanyak 5% dari populasi dunia, tetapi pada saat yang sama jumlah penghuni penjaranya mencapai 25% dari total narapidana di dunia.

“Hak asasi manusia negara kita sendiri bermasalah dan saya yakin [jika] sekarang kita berkomunikasi [maka] kita bisa bekerjasama. Kita tidak pada posisi untuk menerapkan standar atas Kuba, padahal kita sendiri tidak menerapkannya,” kata Jackson menyinggung Gedung Putih yang menormalisasi hubungan dengan pemerintah Havana tetapi sibuk pula mengkritik masalah HAM di Kuba.

Amerika Serikat mencabut sanksi-sanksi yang pernah diberlakukannya atas pemerintah Havana, dan bulan ini membuka kembali kantor Kedutaan Besar AS yang sempat ditutup selama lebih dari 50 tahun.

Jackson mengatakan dirinya berharap bisa menyaksikan proses dan rekonsiliasi penuh serupa antara AS dengan Venezuela, yang memburuk sejak Hugo Chavez dari sayap kiri memegang kekuasaan pada 1999.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Nyatakan Perlunya Protokol Antipenistaan Agama di PBB

Presiden Nyatakan Perlunya Protokol Antipenistaan Agama di PBB

Abdul Maqsud: Para Tokoh Salafy Dukung As Syatir

Abdul Maqsud: Para Tokoh Salafy Dukung As Syatir

Amr Mousa di Gaza: Blokade Harus Segera Dihentikan

Amr Mousa di Gaza: Blokade Harus Segera Dihentikan

Polisi China Serang Muslim Xinjiang

Polisi China Serang Muslim Xinjiang

Iran: Qur`an China Salah Ketik

Iran: Qur`an China Salah Ketik

Baca Juga

Berita Lainnya