Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Banyak Laporan Sakit Perut Gerai McDonald’s di Nodinge Ditutup

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah gerai McDonald’s di Nodinge, di wilayah Ale di Vastra Gotaland, Swedia, terpaksa ditutup setelah ada laporan masuk ke pihak berwenang berupa 30 kasus sakit parah setelah makan di restoran cepat saji itu.

“Kami menerima beberapa laporan gastroenteritis dan diare. Kebanyakan parah, dan kami segera menyadari bahwa itu disebabkan karena penderita makan makanan di McDonald’s di Nodinge. Kami menghubungi pihak restoran dan mereka memilih untuk menutup restorannya sementara mereka menyelidiki masalah tersebut,” kata Carita Sandro, kepala urusan lingkungan di wilayah Ale seperti dikutip The Local hari Sabtu (15/8/2015).

“Yang bisa kami lakukan hanya menutupnya,” kata pemilik restoran itu, Jorgen Hansson, kepada koran Swedia Expressen.

Salah seorang pelanggan McDonald’s kepada Expressen berkata, “Saya ke sana hari Senin dan makan Chicken McWrap. Beberapa orang di situ juga terkena dan mereka makan makanan berbeda. Saya mengalami muntah-muntah, pusing, diare dan demam. Saya mengalami sakit selama dua belas jam.”

Ini kedua kalinya selama musim panas gerai McDonald’s tersebut bermasalah. Pada bulan Juli kemarin enam orang sakit setelah makan Grand Big Macs. Sebuah penyelidikan menyimpulkan bahwa wabah itu terjadi karena pegawai restoran jorok, tidak menjaga kebersihan.

Dalam kasus kali ini diduga penyebabnya adalah salah satu pegawai membawa virus Norwalk, yang menyebabkan muntah di musim dingin.

“Ada kecurigaan bahwa salah satu dari pegawai kami yang bekerja pada Senin malam mengidap virus muntah musim dingin. Kemarin pagi kami mengambil sampel dari seluruh pegawai kami. Hasilnya paling cepat hari Senin besok,” kata Hansson.

“Ini sungguh-sunguh malang. Kami sudah memiliki pedoman yang jelas tentang bagaimana pegawai harus bertindak jika dia sakit. Dia seharusnya tidak datang kerja. Tidak ada kelemahan dalam prosedur kami. Ini mungkin disebabkan karena seseorang sakit tanpa menyadarinya,” dalih pemilik gerai McDonald’s yang bermasalah itu.

Agustus tahun 2014, seorang wanita muda Swedia bernama Hanna Tenman mengalami sakit di tenggorokan, setelah membeli capuccino dari sebuah gerai McDonald’s di Malmo. Diketahui kemudian bahwa minuman kopi yang dibelinya tercampur dengan zat kimia berupa cairan pembersih.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Penggulingan Mursy Direncanakan Militer dan Oposisi?

Penggulingan Mursy Direncanakan Militer dan Oposisi?

Bulan Juni Parlemen Pilih Presiden Baru Zionis Israel

Bulan Juni Parlemen Pilih Presiden Baru Zionis Israel

Pengadilan Tolak Ekstradisi Pemuda Autis Peretas Komputer Pemerintah AS

Pengadilan Tolak Ekstradisi Pemuda Autis Peretas Komputer Pemerintah AS

Seluruh Saudi Berdoa Minta Hujan

Seluruh Saudi Berdoa Minta Hujan

Laba Turun 94% Siapa Mau Beli Koran The Daily Telegraph dan The Sunday Telegraph

Laba Turun 94% Siapa Mau Beli Koran The Daily Telegraph dan The Sunday Telegraph

Baca Juga

Berita Lainnya