Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Pejuang Anti-Hautsi Capai Kemajuan di Yaman Selatan

DW DE
Milisi pemberontak Syiah al Hautsi (Al Houthi)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Para pejuang yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansyur Hadi akhirnya menguasai sekitar 10 desa di bagian selatan dari milisi pemberontak Syiah al Hautsi (Syiah al-Houthi) pada Selasa, memanfaatkan momentum dalam ofensif mereka sehari setelah merebut pangkalan udara terbesar di negara itu, kata sumber-sumber.

Bentrokan-bentrokan terjadi di Provinsi Lahj, di bagian selatan Yaman, yang sebagian besar sekarang kembali di bawah kekuasaan pasukan loyalis dukungan Arab Saudi, lapor Reuters dikutip Antara.

Milisi-milisi pendukung Presiden Hadi, yang melarikan diri ke Arab Saudi pada Maret, dan satuan-satuan tentara yang dilatih dan dipersenjatai oleh negara-negara Arab di Teluk telah membuat kemajuan melawan pemberontak Houthi dukungan Iran dalam beberapa pekan.

Didukung oleh serangan-serangan udara Saudi, mereka mengusir para pemberontak Houthi dari kota pelabuhan Aden bulan lalu kemudian bergerak ke arah utara dan menguasai pangkalan udara Al-Anad dari pasukan Houthi pada Senin setelah mengepungnya selama berhari-hari.

“Langkah selanjutnya bagi perlawanan rakyat dan pasukan tentara setelah membebaskan Aden ialah membersihkan Provinsi Abyan dan Lahj,” kata seorang komandan anti pasukan Houthi kepada kantor berita Reuters.

Sumber-sumber milisi mengatakan 1.000 pejuang Yaman yang berlatih di Saudi dan Uni Emirat Arab tiba di Aden pada Senin.

Negara-negara Arab yang menjadi tetangga Yaman turut campur tangan di dalam negeri itu pada Maret untuk menghentikan gerak maju pasukan Houthi — yang merupakan pengikut aliran Syiah dari bagian utara Yaman. Pasukan Houthi menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, pada September dan menguasai sebagian besar negara itu.

Negara-negara Arab di Teluk mengatakan pasukan Houthi merupakan antek Iran, musuh bebuyutan mereka. Negara-negara itu bertujuan mendudukkan Hadi ke kursi kekuasaan di Sanaa.

Pasukan Houthi telah digempur dengan ratusan serangan udara selama lebih empat bulan dan serangan-serangan telah merenggut lebih 4.000 jiwa. Penyakit, kelaparan dan kekurangan air juga telah menyumbang bagi krisis kemanusiaan.

Utusan PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, memperbarui seruannya pada Selasa bagi gencatan senjata segera dalam konflik itu, atas dasar suatu rencana yang melibatkan penarikan para anggota Houthi dari kota-kota besar untuk memuluskan jalan bagi kembalinya pemerintahan dari pengasingan.

“Harus ada penarikan, gencatan senjata dan persetujuan antara dua pihak,” kata Ould Cheikh Ahmed kepada saluran TV CBC Mesir.

“Pemerintah (harus) kembali secara bertahap melaksanakan tugas-tugasnya dalam infrastruktur dan jasa…harus kembali ke Sanaa dan kota-kota besar, ini penting,” kata dia.

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Selebriti dan CEO Tersangkut Suap Pendaftaran Universitas Terkemuka di Amerika Serikat

Selebriti dan CEO Tersangkut Suap Pendaftaran Universitas Terkemuka di Amerika Serikat

Pelaku Serangan Truk di New York Sayfullo Saipov Mengaku Tidak Bersalah

Pelaku Serangan Truk di New York Sayfullo Saipov Mengaku Tidak Bersalah

Rusia Kecam Pangkalan AS di Spanyol

Rusia Kecam Pangkalan AS di Spanyol

Pakistan akan Tinjau Kerja Sama dengan AS

Pakistan akan Tinjau Kerja Sama dengan AS

Tiga Puluh Persen Dosen di Saudi Orang Asing

Tiga Puluh Persen Dosen di Saudi Orang Asing

Baca Juga

Berita Lainnya