Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kebanyakan Penyelundup Migran Meksiko-AS Justru Warga Amerika

Bagikan:

Hidayatullah.com—Para penyelundup manusia yang memasukkan imigran gelap lewat perbatasan Meksiko-Amerika Serikat ternyata kebanyakan justru orang Amerika sendiri, demikian menurut hasil penyelidikan oleh Pittsburgh Tribune-Review selama 8 bulan yang menelusuri kasus para penyelundup manusia yang dikenal dengan “coyotes”.

Tiga dari setiap lima tersangka penyelundup manusia adalah warganegara Amerika Serikat, menurut analisis koran AS tersebut atas 3.254 kasus penyelundupan manusia selama 2013 dan 2014 di pengadilan-pengadilan federal di wilayah selatan yang terbentang dari Texas, New Mexico, Arizona dan California.

Coyote biasanya pria Amerika berkulit putih keturunan Hispanik, usia 34, dengan pendidikan rendah, tulis Tribune-Review dalam laporan berserinya soal penyelundupan manusia yang mulai diterbitkan hari Sabtu (16/7/2015) yang dilansir Associated Press,. Kebanyakan dari pelaku adalah pengangguran yang melakukan aktivitas ilegal itu demi mendapatkan uang.

Penyelundupan manusia adalah industri yang menggunakan banyak tenaga, yang mana perbandingannya satu coyote bertugas menjadi sopir dan memberi makan atau menjaga tiga orang yang akan diselundupkan ke Amerika Serikat. Demikian menurut temuan Tribune-Review. Warganegara Amerika memegang peran di bagian-bagian penting dalam proses penyelundup manusia itu, khususnya dalam mengakali petugas penjaga perbatasan AS yang beroperasi hingga ratusan mil dari garis perbatasan.

Empat dari setiap lima tersangka penyelundupan didakwa menyelundupkan manusia, atau menjadi mata-mata yang memantau petugas keamanan agar para sopir yang mengangkut imigran gelap bisa menghindari aparat.

Dari bisnis mengangkut migran gelap melewati pos-pos pemeriksaan di perbatasan, penyelundup bisa mendapatkan uang $840 perkepala.

Sementara penyelundup yang mengantarkan para migran lewat laut ke rumah-rumah penampungan sementara jauh dari petugas keamanan federal mendapatkan $500 lebih rendah perkepala. Sedangkan sopir Meksiko dan Amerika Tengah yang tergabung dalam kawanan tersebut hanya mendapatkan sekitar $155.

Migran gelap harus membayar ribun dolar agar bisa memasuki wilayah Amerika Serikat. Biaya yang harus mereka bayar bertambah jika jalur yang ditempuh semakin berbahaya. Data yang dikaji Tribune-Review menunjukkan agar bisa diselundupkan masuk dari perbatasan Meksiko ke California orang harus membayar $6.800.

Hasil penyelidikan koran itu juga mendapati bahwa petugas perbatasan AS ada yang korup. Kebanyakan adalah pegawai dari pemerintah daerah setempat, bukan pegawai pemerintah federal.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Covid-19: Rusia akan Mendaftarkan Kandidat Vaksin Kedua

Covid-19: Rusia akan Mendaftarkan Kandidat Vaksin Kedua

Karzai Minta Taliban Dikeluarkan dari Daftar Teroris

Karzai Minta Taliban Dikeluarkan dari Daftar Teroris

Pemerintah Malaysia Diizinkan Banding Atas Kata “Allah”

Pemerintah Malaysia Diizinkan Banding Atas Kata “Allah”

Lima Wanita Mualaf Divonis Penjara karena Berupaya Membom Notre-Dame

Lima Wanita Mualaf Divonis Penjara karena Berupaya Membom Notre-Dame

Penganut Yahudi Berbondong-Bondong ke Tunisia Kunjungi Sinagog Tertua di Afrika

Penganut Yahudi Berbondong-Bondong ke Tunisia Kunjungi Sinagog Tertua di Afrika

Baca Juga

Berita Lainnya