Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Hadiah “Salib Palu Arit” untuk Paus Fransiskus Memicu Perdebatan

Reuters/Osservatore Romano
Bagikan:

Hidayatullah.com — Presiden Bolivia Evo Morales memberikan salib dengan simbol palu arit untuk Paus Fransiskus. Pemberian salib dengan kombinasi simbol komunis palu dan arit kepada Paus Fransiskus pada Rabu Rabu (7/7) di Bolivia itu memicu perdebatan diantara kalangan Katolik.

Salib tersebut merupakan pemberian Presiden Bolivia Evo Morales yang berasal dari partai sayap kiri.

Salah seorang uskup Katolik menyatakan Morales telah “memanipulasi Tuhan”. Interprestasi yang berbeda muncul atas reaksi Paus Fransiskus terhadap hadiah tersebut.

Tetapi Vatikan meredakan ‘kehebohan’ tersebut. Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan ekspresi Paus tampak terkejut karena mendengar asal usul hadiah tersebut.

“Bagaimanapun saya tidak berpikir untuk menaruh simbol ini di altar Gereja,” tambah dia dikutip BBC Indonesia.

Reaksi keras disampaikan oleh uskup Spanyol Jose Ignacio Munilla, yang berkicau di Twitter :”Arogansi yang besar adalah memanipulasi Tuhan untuk ajaran ideologi atheis.”

“Ini merupakan sebuah provokasi, sebuah gurauan,” kata uskup Bolivia Gonzalo del Castillo, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Kemarahan juga disampaikan melalui halaman Facebook Kantor Berita Catholic,” Tidak sederhana itu mengabungkan Komunisme dengan Kristiani!” kata seorang pengguna media sosial.

Ekspresi Paus ketika menerima salib dari presiden Bolivia menimbulkan interpretasi beragam. Tetapi salah satu komentar menyebutkan :”Ini bukan untuk menghina Paus Fransiskus, ini untuk mengenang martir Jesuit yang tewas karena membela kaum miskin dan tekanan di Bolivia.”

Mewakili umat Tuhan
Salib tersebut dibuat berdasarkan rancangan Luis Espinal, seorang Pastur Jesuit yang dibunuh pada tahun 1980 oleh milisi sayap kanan.

Menteri Komunikasi Bolivia Marianela Paco, mengatakan kepada Radio Bolivia :”Arit membangkitkan petani, palu bagi tukang kayu, mewakili pekerja sederhana, umat Tuhan,” kata dia sambil menambahkan tidak ada motif lain dibalik pemberian hadiah tersebut.

Selama ini Paus diduga mempelajari ajaran Marxist, setelah beberapa kali menyampaikan kritik keras terhadap kapitalisme dan ketidaksetaraan.

Paus Fransiskus melanjutkan lawatan ke Paraguay, yang merupakan negara ketika yang dikunjungi dalam tur Amerika Latin yang akan berakhir Senin (13/07) ini.

Rep: Ama Farah
Editor: Ainuddin Chalik

Bagikan:

Berita Terkait

Aung Suu Kyi Kembali Tolak PBB Selidiki Kekerasan Etnis Rohingya

Aung Suu Kyi Kembali Tolak PBB Selidiki Kekerasan Etnis Rohingya

Kapten AL Australia yang ‘Menyusup’ ke Indonesia akhirnya Dipecat

Kapten AL Australia yang ‘Menyusup’ ke Indonesia akhirnya Dipecat

Berdalih Euthanasia, Diaken Katolik di Belgia Bunuh Sedikitnya 10 Orang Plus Ibunya

Berdalih Euthanasia, Diaken Katolik di Belgia Bunuh Sedikitnya 10 Orang Plus Ibunya

Qadhafi Bersumpah Kalahkan Pasukan Barat

Qadhafi Bersumpah Kalahkan Pasukan Barat

Legalisasi Perkawinan Homoseksual oleh MA Amerika adalah Pemberontakan Yudisial

Legalisasi Perkawinan Homoseksual oleh MA Amerika adalah Pemberontakan Yudisial

Baca Juga

Berita Lainnya