Senin, 15 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Internasional

Dua dari Trio Remaja Putri London Menikah dengan Anggota ISIS/ISIL

Dua dari tiga remaja putri asal Inggris ini dikabarkan telah menikah dengan anggota ISIS/ISIL.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Dua dari tiga remaja putri asal Inggris yang pergi ke Suriah, yang berita kepergian mereka sempat menghebohkan dunia, dikabarkan telah menikah dengan anggota ISIS/ISIL.

Kadiza Sultana (16 tahun), Shamima Begum (15 tahun) dan Amira Abase (15 tahun) meninggalkan rumah orangtua mereka pada bulan Februari menuju Istanbul, Turki, sebelum akhirnya memasuki wilayah Suriah.

Dilansir AFP Sabtu (4/7/2015) dari Guardian, menurut pengacara keluarga mereka, dua dari tiga remaja putri itu telah menghubungi keluarganya untuk memberitahukan bahwa mereka sudah menikah atas persetujuan ISIS/ISIL dan sekarang tinggal di sekitar kota Raqqa, Suriah, yang dikenal sebagai basis pertahanan kelompok bersenjata itu.

Guardian, atas permintaan keluarga, tidak menyebutkan siapa di antara ketiga remaja putri itu yang menikah.

Tasnime Akunjee, yang mewakili keluarga ketiga remaja tersebut, mengatakan kepada Guardian bahwa kabar pernikahan itu telah menimbulkan “banyak tekanan” kepada keluarga.

“Hal itu mengukuhkan kehidupan mereka di Suriah, bukan di Inggris. Hal itu memupuskan harapan bahwa mereka akan kembali,” kata Akunjee.

Guardian melaporkan bahwa kedua remaja putri itu diberi daftar pria yang bisa mereka pilih untuk dinikahi dan usia para lelaki itu 20-an tahun.

Ketiga remaja putri itu adalah teman sekolah. Mereka sama-sama belajar di Bethnal Green Academy di sebelah timur London.

Mereka diyakini pergi ke Suriah mengikuti jejak seorang teman wanitanya yang sudah pergi ke daerah konflik itu beberapa bulan lebih dulu.

Keluarga-keluarga dari para remaja itu menuding polisi Inggris gagal menyampaikan informasi kepada mereka yang kemungkinan bisa mencegah kepergian gadis-gadis itu ke Suriah.

Scotland Yard meyakini sekitar 600 orang Inggris telah bepergian ke Suriah dan Iraq sejak konflik di kawasan itu dimulai. Sekitar setengahnya diduga telah kembali ke Inggris.

Empat siswa putri lain dari sekolah yang sama telah mendapatkan surat perintah berupa larangan bepergian dari pengadilan Inggris, supaya mereka tidak dapat pergi ke Suriah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kosovo Minta GCC dan OKI Dukung Kemerdekaannya

Kosovo Minta GCC dan OKI Dukung Kemerdekaannya

Mossad beroperasi di tengah kota London?

Mossad beroperasi di tengah kota London?

Aljazeera Tolak Usulan UEA Lakukan Restruktur Perusahaan

Aljazeera Tolak Usulan UEA Lakukan Restruktur Perusahaan

Rusia Miliki Penderita HIV Terbanyak di Eropa

Rusia Miliki Penderita HIV Terbanyak di Eropa

Tiga Tentara NATO Tewas di Afghanistan

Tiga Tentara NATO Tewas di Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya