Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Google Peringati Lahirnya Ilmuwan Muslim Al Buzjani

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pada hari ini (10/6/2015), tampilan situs Google berbeda dengan biasanya. Kali ini mesin pencari yang paling populer itu menampilkan gambar seorang laki-laki berjanggut putih dan bersurban. Sedangkan tulisan Google sendiri disamarkan dengan ilustrasi lingkaran dan bangun segi tiga.

Ketika kursor diarahkan ke gambar ilustrasi mesin pencari tersebut muncul tulisan,”Mengenang 1075 lahirnya Abu Al Wafa’ Al Buzjani.”

Siapakah Al Buzajani?

Siapakah sebenarnya Al Buzjani, hingga kelahirannya begitu penting untuk diketahui, hingga Google memampang gambarnya di situsnya?

Al Buzjani adalah ulama ahli Matematika Muslim dari Persia, yang lahir tahun 328 H. Ilmuwan yang lahir di Buzjan Khurasan ini lebih banyak menghabiskan waktunya di Baghdad.

Ia mengambil ilmu dari pamannya Abu Amru Al Maghazali juga pamannya yang lain Abu Abdullah Muhammad bin Anbasah, yang kedua-duanya merupakan ahli matematika.

Namanya tersohor setelah di Baghdad mensyarah karya Euklid, Diophantos dan Al Khawarizmi saat ia masih berumur sekitar 20 tahun. Di Baghdad Al Buzjani sibuk mengajar, mendirikan pusat pemantauan astronomi dan menulis.

Al Buzjani berhasil menemukan simbol “dzal” yang dilambangan dengan huruf “dza”, yang akhirnya terkenal dengan istilah “tan” atau “tangent”.

Al Buzjani juka dikenal dengan penemuannya dalam penghitungan trigonometri dan geometri untuk parabola.

Dalam hal ilmu Falaq (Astronomi) Al Buzjani beserta para ulama Muslim lainnya memiliki pendapat mengenai bulatnya bumi serta rotasinya serta revolusinya mengelilingi matahari yang menjadi rujukan ilmuwan Sepeti Copernicus dan Gelileo.

Beberapa karya yang telah dihasilkan Al Buzjani antara lain Az Zaij As Syamil,  Kitab Al Kamil yang membahas mengenai pergerakan bintang dan Kitab Al Majisti, yang dinilai sebagai karya yang paling penting bagi Al Buzjani, serta beberapa karya lainnya.

Dalam situsnya Google menilai bahwa warisan Abu Al Wafa yang wafat tahun 388 H ini menunjukkan pentingnya peninggalan dari beberapa ilmuwan sejarah yang kurang dikenal.

“Fotonya tidak dapat ditempelkan ke dinding di ruang kelas sekolah dasar , tapi sekarang disematkan ke homepage Google.com. Selamat 1075 , Abu Al – Wafa Al – Buzjani!” Demikian kata-kata pamungkas dari situs yang paling banyak diakses di seluruh dunia ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq

Bagikan:

Berita Terkait

Sudan Teken Perjanjian Damai dengan Kelompok Pemberontak

Sudan Teken Perjanjian Damai dengan Kelompok Pemberontak

Pendaki AS yang Dibebaskan Iran Berdarah Yahudi

Pendaki AS yang Dibebaskan Iran Berdarah Yahudi

Pelintas Jalan Serahkan Temuan 22 Emas Batangan ke Polisi Berlin

Pelintas Jalan Serahkan Temuan 22 Emas Batangan ke Polisi Berlin

PBB Berhenti Meng-update Jumlah Korban Tewas Konflik Suriah

PBB Berhenti Meng-update Jumlah Korban Tewas Konflik Suriah

Pengadilan Bebaskan 32 Tersangka dalam Kasus Penghancuran Masjid Babri

Pengadilan Bebaskan 32 Tersangka dalam Kasus Penghancuran Masjid Babri

Baca Juga

Berita Lainnya