Senin, 29 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Saudi Periksa Rekening Puluhan Warga Libanon Terkait Hizbullah

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, muncul di layar tv di sebuah tempat cukur.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Kerajaan Arab Saudi sekarang sedang menyelidiki rekening-rekening dan investasi milik 44 warganegara Libanon terkait Hizbullah.

Kabar ini muncul menyusul pembekuan aset dua anggota Hizbullah bulan lalu oleh Arab Saudi, karena terkait dengan aksi-aksi terorisme di Timur Tengah termasuk di Yaman dan Suriah. Pembekuan aset tersebut disertai dengan larangan bagi warga Saudi berurusan dengan keduanya.

Pakar keuangan Fadel Al-Buainain mengatakan ada beberapa cara untuk melacak orang-orang dan perusahaan-perusahaan yang mencurigakan, yaitu dengan memeriksa likuiditas dan transaksi-transaksi mereka. Pihak perbankan sangat bisa untuk memberikan informasi yang banyak mengenai hal itu, kata Buainain seperti dilansir Arab News hari Rabu (3/6/2015).

Lebih lanjut Buainain mengatakan sepertinya ada aktivitas di bidang real estate sejak tahun 1990-an oleh orang-orang yang tidak mungkin bisa melakukannya tanpa bantuan dari luar. Keuntungan dari investasi itu, yang menggunakan nama-nama orang Saudi, dialirkan ke luar negeri.

Menurut Buainain beberapa lembaga investasi beroperasi selama bertahun-tahun di kawasan Teluk guna mendukung aksi-aksi terorisme.

Sementara Arab Saudi sudah memulai proses pencarian rekening-rekening yang diduga berhubungan dengan terorisme, di kalangan negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) terdapat kelambanan, sebab mereka takut hal tersebut akan mengganggu operasional perbankan di negaranya.

Abdulmunim Al-Mushawah, kepala Kampanye Sakinah di Kementerian Urusan Islam, mengatakan bahwa organisasi-organisasi seperti Hizbullah tidak lebih dari “kelompok begundal” yang tidak memiliki aturan moral dalam menjalankan bisnisnya.

Mushawah mengatakan organisasi teroris, seperti Hizbullah, bekerja sepenuhnya dalam kerahasiaan dan menggunakan orang-orang di dalam sebuah negara untuk mendirikan bisnis yang bisa mereka pergunakan untuk membiayai operasinya. Dan Arab Saudi sudah beberapa tahun belakangan ini berhasil memotong sumber pendanaan mereka.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Tahap Kedua Partai Islam Mesir Menang Lagi

Tahap Kedua Partai Islam Mesir Menang Lagi

Nilai Komersial Tinggi Pangeran Mahkota Johor Incar Manchester United

Nilai Komersial Tinggi Pangeran Mahkota Johor Incar Manchester United

Gara-gara Lambang Swastika, Madonna akan Dituntut Partai Front Nasional Prancis

Gara-gara Lambang Swastika, Madonna akan Dituntut Partai Front Nasional Prancis

Dilaporkan Hilang, Remaja Korea Ngetweet Ingin Gabung ISIS/ISIL

Dilaporkan Hilang, Remaja Korea Ngetweet Ingin Gabung ISIS/ISIL

Kolombia dan Pemberontak FARC Akhirnya Berdamai Setelah 50 Tahun Berperang

Kolombia dan Pemberontak FARC Akhirnya Berdamai Setelah 50 Tahun Berperang

Baca Juga

Berita Lainnya