Senin, 29 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Uni Eropa Minta 40.000 Pencari Suaka Direlokasi ke Negara Anggota dari Italia, Yunani

Salah satu kapal migran gelap Afrika menuju Eropa oleng di tengah laut.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Negara-negara anggota Uni Eropa harus ikut menampung sekitar 40.000 pencari suaka, kebanyakan asal Suriah dan Eritrea, yang mendarat di Italia dan Yunani dalam dua tahun ke depan, kata Komisi Eropa hari Rabu (27/5/2015) dilansir Euronews.

Rencananya, Jerman akan menampung sebanyak 8.763 migran, Prancis 6.752 dan Spanyol 4.288 orang. Sedangkan sisanya akan dibagi ke 20 negara anggota Uni Eropa lainnya.

Tetapi, untuk bisa dilaksanakan skema itu harus mendapatkan persetujuan dari kepala negara dan parlemen setiap anggota.

Inggris, Denmark dan Irlandia sudah dikecualikan dari kewajiban menampung migran tersebut, sedangkan sejumlah negara anggota di Eropa Tengah dan Timur menyuarakan penentangannya.

Komisioner untuk Migrasi UE Dimitris Avramopoulos mengatakan bahwa kebijakan relokasi migran ke negara-negara anggota Uni Eropa yang lainnya bertujuan untuk menanggung bersama beban yang dipikul oleh Yunani dan Italia sebagai negara batu loncatan para pencari suaka dan untuk mengatasi krisis di Laut Mediterania.

Sedikitnya 1.800 orang sudah tewas sejak awal tahun ini saja, ketika ribuan migran berusaha menyeberangi Laut Tengah dari Afrika untuk menjangkau negara-negara di Eropa, guna mencari penghidupan yang lebih baik atau menghindari konflik berdarah di negara asalnya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Mantan Putra Mahkota Yordania

Diduga Rencanakan Kudeta, Mantan Putra Mahkota Yordania Ditangkap

Kemiskinan dan Revolusi Rakyat Miskin di Mesir [2]

Kemiskinan dan Revolusi Rakyat Miskin di Mesir [2]

Lewat Rekaman, Usamah Serukan Bantu Korban Banjir Pakistan

Lewat Rekaman, Usamah Serukan Bantu Korban Banjir Pakistan

Ariel “Tukang Jagal” Sharon, Membaik?

Ariel “Tukang Jagal” Sharon, Membaik?

TimTeng Tidak Aman Selama Ada Zionis Israel

TimTeng Tidak Aman Selama Ada Zionis Israel

Baca Juga

Berita Lainnya