Sabtu, 18 September 2021 / 10 Safar 1443 H

Internasional

Uni Eropa akan Tetapkan Kuota Imigran

Salah satu kapal migran gelap Afrika menuju Eropa oleng di tengah laut.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Komisi Eropa akan mengajukan proposal kontroversial berupa keharusan bagi negara-negara anggotanya untuk mematuhi kuota penerimaan imigran yang nantinya akan diberlakukan.

Usulan Komisi Eropa soal kebijakan migrasi yang akan diumumkan hari Rabu (13/5/2015) itu juga mengusulkan perangkat-perangkat hukum bagi migran yang datang ke Eropa sehingga mereka tidak jatuh ke tangan para pelaku perdagangan manusia.

Usulan tersebut merupakan langkah terbaru yang akan diambil Uni Eropa guna mencegah kematian migran di tengah laut.

Sebagaimana dilaporkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sudah sekitar 60.000 orang tahun ini yang berusaha menyeberangi Laut Mediterania (Laut Tengah) untuk mencapai benua Eropa. Lebih dari 1.800 migran telah tewas tahun ini di Laut Mediterania, atau naik 20 kali lipat dalam periode yang sama tahun 2014.

Para pemimpin Eropa dijadwalkan akan mendiskusikan usulan kebijakan itu dalam pertemuan tingkat tinggi akhir Juni mendatang, lapor BBC.

Kebijakan tersebut harus mendapatkan persetujuan masing-masing negara anggota Uni Eropa.

Kuota akan ditentukan berdasarkan beberapa faktor, antara lain populasi negara bersangkutan, indikator ekonomi negara, dan berapa jumlah suaka yang diterima sebelumnya.

Jerman kabarnya akan mendukung ide penetapan kuota itu. Tahun lalu saja Jerman sudah menerima 200.000 pencari suaka.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Arab Saudi Bilang Tak Ada Blokade terhadap Qatar

Arab Saudi Bilang Tak Ada Blokade terhadap Qatar

Sudan akan Membahas Perdagangan dan Migrasi dengan ‘Israel’ setelah Pembicaraan Normalisasi yang Dipimpin AS

Sudan akan Membahas Perdagangan dan Migrasi dengan ‘Israel’ setelah Pembicaraan Normalisasi yang Dipimpin AS

Bagram Diserahkan, Afghanistan-Amerika Rebutan Tahanan

Bagram Diserahkan, Afghanistan-Amerika Rebutan Tahanan

Tolak Neo-Kolonialisme, Gambia Keluar dari Persemakmuran Inggris

Tolak Neo-Kolonialisme, Gambia Keluar dari Persemakmuran Inggris

Siapakan Capres Pilihan Mubarak?

Siapakan Capres Pilihan Mubarak?

Baca Juga

Berita Lainnya