Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mengaku Bosan, Kartunis Charlie Hebdo Tidak akan Menggambar Nabi Muhammad Lagi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kartunis Prancis, Renald Luzier alias Luz, yang menggambar kartun Nabi Muhammad pada halaman depan tabloid Charlie Hebdo yang terbit setelah peristiwa penembakan di kantornya Januari lalu, mengatakan tidak akan lagi menggambar sosok nabi umat Islam tersebut.

“Dia tidak lagi menarik bagi saya,” kata Luz kepada Les Inrockuptibles dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan secara online pada hari Rabu (30/4/2015) seperti dikutip Reuters.

“Saya bosan dengannya, seperti halnya saya bosan menggambar Sarkozy (bekas presiden Prancis, red). Saya tidak akan menghabiskan waktu hidup saya untuk menggambar mereka,” kata Luz lagi.

Setelah insiden penembakan yang mematikan beberapa anggota redaksi dan karikatur Charlie Hebdo, tabloid satir itu merilis edisi dengan gambar depan Nabi Muhammad memegang tulisan “Je suis Charlie” (Saya Charlie) dengan tulisan di atasnya “Tout est pardonné yang berarti “Semua dimaafkan”. Je suis Charlie menjadi semboyan keprihatinan sebagian masyarakat internasional kepada tabloid yang kerap mencerca dan menghina secara satir tokoh-tokoh dunia dan agama itu.

“Teroris tidak menang,” imbuh Luz kepada majalah Les Inrockuptibles. “Mereka menang jika seluruh Prancis terus merasa ketakutan.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kehidupan Baru Gadis Murtad Asal Saudi: Tenggak Anggur dan Isap Rokok

Kehidupan Baru Gadis Murtad Asal Saudi: Tenggak Anggur dan Isap Rokok

Beijing Hadapi Masalah Sampah yang Terus meningkat

Beijing Hadapi Masalah Sampah yang Terus meningkat

Prancis Harus Bayar Kompensasi ke Orangtua Remaja Putri yang Gabung Militan Suriah

Prancis Harus Bayar Kompensasi ke Orangtua Remaja Putri yang Gabung Militan Suriah

Israel Barter Data Covid-19 dengan Vaksin Pfizer-BioNTech

Israel Barter Data Covid-19 dengan Vaksin Pfizer-BioNTech

AS Menolak Proposal Rusia Mengenai Mekanisme Keamanan Teluk

AS Menolak Proposal Rusia Mengenai Mekanisme Keamanan Teluk

Baca Juga

Berita Lainnya