Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kerusuhan Menyusul Kematian Tahanan Kulit Hitam di Tangan Polisi, Baltimore Berlakukan Jam Malam

Kendaraan aparat dibakar oleh demonstran menyusul kematian pemuda kulit hitam di Baltimore dalam tahanan polisi.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Lagi-lagi warga kulit hitam mati di tangan petugas kepolisian Amerika Serikat. Kali ini, kasus kematian Freddie Grey mengakibatkan kota Baltimore harus memberlakukan jam malam, sebab warga yang marah menimbulkan kerusuhan di kota tersebut.

Ratusan orang menjarah toko-toko dan membakar bangunan-bangunan menyusul pemakaman seorang pemuda kulit hitam berusia 25 tahun bernama Freddie Gray. Pemuda itu meninggal akibat luka-yang dideritanya saat berada di dalam tahanan polisi.

Sedikitnya 15 orang polisi terluka akibat konfrontasi langsung dengan para pemuda yang marah.

Gubernur Maryland Larry Hogan mengumumkan dilakukannya tindakan darurat dan pemberlakuan jam malam mulai Selasa malam (28/4/2015).

“Tidak mudah bagi saya untuk mengambil keputusan ini. Garda Nasional merupakan upaya terakhir untuk mengembalikan ketertiban. Begini, orang punya hak untuk protes dan mengungkapkan rasa frustasi mereka, tetapi keluarga-keluarga di kota Baltimore berhak mendapatkan kedamaian dan keamanan di lingkungan mereka,” kata Hogan dikutip Euronews.

Freddie Gray ditangkap polisi pada 12 April 2015, ketika dia melarikan diri dari polisi di sebuah daerah rawan kejahatan. Dia ketika itu membawa sebuah pisau lipat. Pemuda kulit hitam itu kemudian dibawa ke mobil untuk diangkut ke kantor polisi.

Pada suatu waktu, Gray mengalami luka di bagian tulang belakang yang mengakibatkan kematiannya satu pekan kemudian. Dua orang anggota kepolisian dituduh tidak mengikat sabuk pengaman di kursinya dengan baik dan tidak memberikan perawatan medis semestinya.

Kematian Gray menyulut aksi unjuk rasa selama berhari-hari di jalan-jalan Baltimore dan menyulut ketegangan di kota itu.

Meskipun bersedih akan kematian anaknya, namun keluarga Gray menentang kerusuhan yang dilakukan orang banyak.

Kematian dan pembunuhan sejumlah orang kuit hitam dan etnis minoritas di tangan anggota polisi beberapa bulan terakhir, serta keputusan juri di pengadilan yang menolak petugas polisi yang bersangkutan untuk diproses hukum, telah menyulut demonstrasi berskala besar di berbagai kota dan daerah di penjuru Amerika Serikat.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Libya: Haftar Melakukan Kudeta, Dunia Harus Bertindak

Pemerintah Libya: Haftar Melakukan Kudeta, Dunia Harus Bertindak

Anggota Navy SEAL Bikin Buku Bagaimana Usamah Ditembak

Anggota Navy SEAL Bikin Buku Bagaimana Usamah Ditembak

Aparat Dubai: “Al Ikhwan Lebih Bahaya dari Iran”

Aparat Dubai: “Al Ikhwan Lebih Bahaya dari Iran”

China Jerat Pejabat Uighur Eks Gubernur Xinjiang dengan Tuduhan Korupsi

China Jerat Pejabat Uighur Eks Gubernur Xinjiang dengan Tuduhan Korupsi

Menyedihkan, Thailand Akan Kembalikan Pengungsi Muslim Rohingya Ke Laut

Menyedihkan, Thailand Akan Kembalikan Pengungsi Muslim Rohingya Ke Laut

Baca Juga

Berita Lainnya