Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mantan Presiden Mursy Berhadapan Hukuman Mati

Mantan Presiden Mesir Mohammad Mursy
Bagikan:

Hidayatullah.com—Mantan Presiden Mesir yang dikudeta, Mohammad Mursy berhadapan dengan hukuman mati pada Selasa, 21 April 2015, dengan tuduhan melakukan penghasutan dan pembunuhan demonstran pada 2011.

Dia juga menghadapi hukuman mati dalam dua kasus, termasuk dituduh menjadi mata-mata kekuatan asing dan melarikan diri dari penjara saat kerusuhan menentang Presiden Husni Mubarak pada 2011. Putusan yang terpisah dalam dua kasus ini akan jatuh tempo pada 16 Mei mendatang.

Dikutip AFP, pakar hokum menilai, hukuman mati terhadap presiden pertama Mesir yang dipilih melalui Pemilu secara demokratis itu tidak dapat ditolak karena hakim sebelumnya menjatuhkan hukuman berat terhadap pemimpin Al Ikhwan al Muslimun.

Ratusan pendukungnya bahkan sudah dijatuhi hukuman mati setelah pengadilan singkat yang dianggap PBB sebagai “hal yang belum pernah terjadi dalam sejarah”.

November tahun lalu, sebuah pengadilan menjatuhkan tuduhan mati atas Mubarak berhubung kematian ratusan demonstran pada 2011.

Pengacara Mursy mengatakan tidak ada bukti bahwa Mursy menghasut demonstran dan bahwa sebagian besar dari mereka yang tewas adalah anggota Ikhwanul Muslimin, yang mendukung Mursy.

Menurut Karim Bitar dari Institute of International and Strategic Relations yang berbasis di Paris, meski Mursy mungkin lolos dari hukuman mati, ia masih bisa menghadapi hukuman seumur hidup di penjara. “Pendukung Mursy adalah target ‘perburuan’ pemerintah,” katanya dikutip Arabnews.

Mursy digulingkan dari kekuasaan pada Juli 2013 oleh militer dan Presiden Mesir sekarang, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi. Rezim Sisi berusaha memberantas pendukung Mursy dengan tindakan keras hingga 1.400 pendukung Al Ikhwan al Muslimun tewas dan ribuan lainnya dipenjarakan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pesawat Pembom Amerika

Amerika Terbangkan Pesawat Pembom ke Timur Tengah Sebagai Pesan untuk Iran

Para Tokoh Salafy pun Ikut “Coblosan”

Para Tokoh Salafy pun Ikut “Coblosan”

Boris Johnson Jadi PM Inggris Setelah Terpilih Sebagai Ketua Partai Konservatif

Boris Johnson Jadi PM Inggris Setelah Terpilih Sebagai Ketua Partai Konservatif

Yordania dan Turki Bahas Kerjasama Anti-Teror

Yordania dan Turki Bahas Kerjasama Anti-Teror

Berantas Fake News, Polisi Singapura Bisa Masuk Grup Chat Online Tertutup

Berantas Fake News, Polisi Singapura Bisa Masuk Grup Chat Online Tertutup

Baca Juga

Berita Lainnya