Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kisah Sang Anak Difilmkan, Wanita Bosnia Korban Perkosaan Saat Perang Bersedia Bertemu

Wanita Bosnia membawa nama-nama korban perang dan perkosaan di Kantor PBB di Sarajevo, Bosnia.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang wanita Bosnia yang hamil akibat diperkosa saat perang, telah setuju bertemu dengan anak yang dilahirkannya setelah membaca kisah yang difilmkan tentang seorang pemuda berusia 22 tahun yang berusaha mencari orang tua kandungnya, kata sang sutradara film itu, Kamis (26/3/2015).

Semsudin Gegic, sang sutradara, mengatakan, wanita Muslim Bosnia itu yang sekarang tinggal di Amerika Serikat, telah menghubunginya setelah membaca tulisan dari Reuters yang dipublikasikan Selasa tentang pemutaran perdana film karya Gegic di Bosnia.

“Ini membuat saya terkejut,” kata Gegic kepada Reuters. “Dia menelepon saya dari Amerika Serikat dan mengatakan, dirinya siap bertemu Alen Muhic dan setuju saya boleh memfilmkan pertemuan di antara mereka.”

Gegic mengutip ucapan wanita itu yang berkata kepadanya: “Saya tidak ingin ada dosa pada jiwa saya.”

Ibu Alen Muhic itu berulang kali diperkosa oleh tentara Serbia Bosnia pada awal perang Bosnia antara tahun 1992-95. Ia kemudian melahirkan anak laki-laki yang lantas ditinggalkannya.

Wanita itu pun pernah menjadi saksi yang dilindungi di pengadilan, dan namanya tidak dapat dipublikasikan.

Film dokumenter kedua karya Gegic yang bercerita tentang Muhic ini berjudul “An Invisible Child’s Trap”. Film ini mendokumentasi upaya menyedihkan Alen untuk melacak dan bertemu orang tuanya, suatu pencarian yang terbukti sia-sia.

Film ini mengungkapkan persoalan yang dihadapi anak-anak Bosnia yang lahir dari perkosaan perang, suatu kejahatan perang yang telah menyebabkan 30.000 perempuan diyakini telah mengalami perkosaan selama perang Bosnia.

Film ini ditayangkan pada Senin di kota asal Muhic di Gorazde, Bosnia timur.

Film ini menceritakan Muhic, yang diadopsi, mengunjungi saudara perempuan ibunya, yang mengatakan kepadanya, betapa ibunya menderita akibat pemerkosaan dan ia tidak bisa melihatnya.

Muhic menegaskan, ibunya telah menelepon dan meninggalkan nomor telepon, tapi mereka tidak berbicara langsung.

Muhic mengatakan, ibunya telah menawarkan untuk bertemu di Bosnia pada bulan Mei.

“Saya belum meneleponnya,” katanya kepada Reuters. “Saya tidak berharap bahwa dia akan menghubungi saya begitu cepat setelah pemuataran film itu, tapi semoga aku bertemu dengannya.”

“Saya pikir pasti menyenangkan bertemu dengan ibu, setelah rangkaian peristiwa ini.”

Menurut asosiasi bagi perempuan Bosnia yang diperkosa di masa perang, yang disebut “Para Wanita-Korban Perang”, pihak otoritas Bosnia mencatat terdapat 62 anak Bosnia yang lahir dari hasil perkosaan perang.

Dalam film dokumenter itu, ayah biologis Muhic ditampilkan saat dihukum pada 2007 karena perkosaan, namun kemudian dibebaskan di tingkat banding. Ayah Muhic awalnya bersedia bertemu dengan Muhic jika diinginkan.

Muhic kemudian menyanggupi, tetapi sang ayah ternyata tidak datang pada saat pertemuan disepakati. Sampai saat ini menghindari jika dikontak.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Muslim dan Etnis di Sri Lanka Bersatu Perjuangkan Masjid

Muslim dan Etnis di Sri Lanka Bersatu Perjuangkan Masjid

Ketua Dewan Fatwa UEA ‘Dicopot’ dari Keanggotaan Konferensi Islam setelah Mendapat Reaksi Keras

Ketua Dewan Fatwa UEA ‘Dicopot’ dari Keanggotaan Konferensi Islam setelah Mendapat Reaksi Keras

Di Italia Pemuda Semakin Miskin, Manula Bertambah Kaya

Di Italia Pemuda Semakin Miskin, Manula Bertambah Kaya

Gereja dan Diktator Spanyol Mencuri Bayi Rakyat

Gereja dan Diktator Spanyol Mencuri Bayi Rakyat

Uni Eropa Upayakan Serbia dan Montenegro Jadi Anggota Pada 2025

Uni Eropa Upayakan Serbia dan Montenegro Jadi Anggota Pada 2025

Baca Juga

Berita Lainnya