Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Warga Suriah Mata-Mata Kanada yang Bantu 3 Gadis Inggris Menyeberang ke Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang mata-mata dari salah satu negara anggota koalisi pimpinan Amerika Serikat telah ditangkap di Turki, karena membantu 3 gadis remaja asal Inggris menyeberang dari Turki ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS/ISIL. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu sebagaimana diaporkan Hurriyet.

“Kami telah mengetahui bahwa para gadis Inggris itu dibantu oleh seorang petugas intelijen dari salah satu negara anggota koalisi,” kata Cavusoglu dalam wawancara yang disiarkan di televisi tanpa menyebut nama negararanya. Orang yang membantu ketiga gadis itu melintasi perbatasan telah ditangkap, imbuh Cavusoglu.

Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Hurriyet pada hari Kamis (12/3/2015) bahwa tersangka yang ditahan itu adalah seorang warga Suriah yang bekerja untuk intelijen Kanada. Sumber itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kedutaan Kanada di ibukota Turki, Ankara, menolak untuk mengomentari masalah itu, lapor Hurriyet kemarin.

Aparat mengatakan bahwa tersangka masih dalam tahanan dan negara yang bersangkutan telah diberitahu tentang masalah tersebut.

Dalam wawancara itu, Cavusoglu tidak memberikan keterangan terperinci mengenai tersangka. Tetapi dia mengatakan bahwa negara yang dimaksud bukan anggota Uni Eropa dan juga bukan Amerika Serikat. Cavusoglu menambahkan bahwa dia telah memberitahu Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengenai kasus itu. Menurut Cavusoglu, Hammond hanya memberikan respon dengan mengatakan “seperti biasa saja” ketika menerima informasi tersebut. [Baca juga berita sebelumnya, Polisi Inggris: 3 gadis remaja yang ke Suriah bukan teroris]

Tiga sahabat, Kadiza Sultana (16), Shamima Begum (15) dan Amira Abase (15) diketahui terbang menuju Istanbul dari Bandara Gatwick, London, pada 17 Februari. Mereka diyakini menuju Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS/ISIL. Ketiganya terpantau kamera pengawas berada di sebuah terminal bus di daerah perbatasan Turki-Suriah selama lebih dari 10 jam, menunggu orang yang akan menjadi penunjuk jalannya masuk ke wilayah Suriah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Muslim Italia Berpawai Mengecam Terorisme

Muslim Italia Berpawai Mengecam Terorisme

Prof Australia: Sekolah Kristen Ajarkan Keburukan

Prof Australia: Sekolah Kristen Ajarkan Keburukan

Para Utusan Bahrain Kunjungi Al Quds

Para Utusan Bahrain Kunjungi Al Quds

Warga Desa di Spanyol Ini Menerima Amplop Uang dari Dermawan Misterius

Warga Desa di Spanyol Ini Menerima Amplop Uang dari Dermawan Misterius

Tiga Kuburan Massal Lainnya Ditemukan di Tarhuna Libya

Tiga Kuburan Massal Lainnya Ditemukan di Tarhuna Libya

Baca Juga

Berita Lainnya