Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pengusaha Koptik Mesir Nagiub Sawiris Kuasai 53% Saham Euronews

Bagikan:

Hidayatullah.com–Milyuner asal Mesir, Naguib Sawiris, telah resmi menguasai 53 persen saham media multibahasa Euronews dengan nilai pembelian saham total 35 juta euro.

Saham kanal berita berbasis di Eropa itu dibeli pengusaha koptik asli Mesir tersebut melalui perusahaannya Orascom Telecom Media and Technology (OTMT) yang bermarkas di Kairo.

Kesepakatan pembelian saham Euronews oleh Sawiris mengakhiri 12 bulan negosiasi dan pertemuan rahasia. Demikian dikatakan CEO dari Orascom kepada stasiun televisi satelit swasta CBC dalam wawancara hari Sabtu via telepon seperti dilansir Ahram Online (1/3/2015).

Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, petinggi Euronews menggambarkan kedatangan investasi Sawiris sebagai “aset yang sangat besar”, mengingat kanal berita Eropa itu sedang mencari tambahan modal untuk memenuhi rencana pertumbuhannya.

Euronews dimiliki oleh 21 stasiun televisi publik dan 3 otoritas lokal, dengan kekuatan 600 jurnalis meliput kabar dari seluruh dunia.

Pada tahun 2014, Naguib Sawiris tercatat sebagai orang terkaya ketiga di Mesir, dengan jumlah kekayaan tumbuh menjadi USD2,8 milyar dari USD2,5 milyar di tahun 2013.

Dia merupakan orang ke-609 terkaya di dunia dan ke-11 di Afrika.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Hamas Ajukan Syarat Menerima Perundingan dengan Israel

Hamas Ajukan Syarat Menerima Perundingan dengan Israel

Protes Penunjukan Rektor Pro-AKP, Mahasiswa Turki Sandingkan Bendera LGBT dengan Gambar Ka’bah

Protes Penunjukan Rektor Pro-AKP, Mahasiswa Turki Sandingkan Bendera LGBT dengan Gambar Ka’bah

Polisi Thailand Amankan 700 Kg  Narkoba Crystal Meth

Polisi Thailand Amankan 700 Kg Narkoba Crystal Meth

Atheis Larang Sumbang Dana Gempa Lewat Yayasan Kristen

Atheis Larang Sumbang Dana Gempa Lewat Yayasan Kristen

Khabib Nurmagomedov Sampaikan Pernyaan Keras Tanggapi Karikatur Menghina Nabi

Khabib Nurmagomedov Sampaikan Pernyaan Keras Tanggapi Karikatur Menghina Nabi

Baca Juga

Berita Lainnya