Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Myanmar Sewot Pejabat PBB Karena Gunakan Istilah ‘Rohingya’

themuslimissue
Muslim Rohingya yang teraniaya justru dituduh sebagai teroris (ilustrasi)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dalam sebuah pernyataan terbaru hari Rabu (04/02/2015), kantor Presiden Thein Sein “secara tegas” menolak istilah Rohingya yang digunakan oleh  utusan khusus PBB urusan HAM di Myanmar.

Myanmar mengecam pejabat PBB, Yang Hee Lee, yang sedang berkunjung, karena menggunakan istilah “Rohingya” untuk menyebut kelompok etnis minoritas Muslim yang teraniaya, dan tidak diakui secara resmi oleh pemerintah.

“Terus-menerus menggunakan terminologi yang kontroversial ini akan menciptakan rintangan dalam menanggulangi isu penting ini. Penggunaan istilah tadi oleh PBB tentu akan menimbulkan rasa tidak senang rakyat Myanmar, menyulitkan pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” demikian yang tertulis pernyataan tersebut dikutip Voice of America (VoA) Rabu (04/02/2015).

Myanmar, yang juga disebut Burma, mayoritas penduduknya beragama Buddha, tidak mengakui keberadaan suku Rohingya.

Para pejabat pemerintah dan banyak warga setempat menganggap warga Rohingya sebagai migran ilegal dari Bangladesh dan menyebut mereka sebagai “orang Benggali.”

Orang Rohingya yang kebanyakan Muslim, tidak diakui sebagai warga negara dan diingkari hak-hak dasar mereka di Myanmar. Mereka telah menjadi korban gelombang pembantaian dan kekerasan ekstremis Buddha dalam beberapa tahun terakhir ini.*

 

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Merokok Dilarang di Bandara Saudi

Merokok Dilarang di Bandara Saudi

Pesawat Mata-Mata U-2 AS Jatuh

Pesawat Mata-Mata U-2 AS Jatuh

Muslim India ‘Sengaja Ditargetkan’ oleh Polisi

Muslim India ‘Sengaja Ditargetkan’ oleh Polisi

Covid-19: Ingin Ziarah Makam Rabi 2.000 Yahudi Ultra-Orthodoks Dicegat Tentara Ukraina

Covid-19: Ingin Ziarah Makam Rabi 2.000 Yahudi Ultra-Orthodoks Dicegat Tentara Ukraina

Delegasi Salafy Mesir Tiba di Gaza

Delegasi Salafy Mesir Tiba di Gaza

Baca Juga

Berita Lainnya