Sabtu, 10 Juli 2021 / 31 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Anggota ISIS asal Selandia Baru Ketahuan Posisinya karena Geo-Tagging Twitter

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang warga Selandia Baru yang diyakini ikut bertempur bersama kelompok ISIS/ISIL secara tidak sengaja mengumbar lokasi pergerakannya di Suriah dengan mengaktifkan geo-tagging akunnya di Twitter.

Dilansir The Guardian Ahad(1/2/2015), Mark Taylor yang juga dikenal dengan nama Abu Abdul Rahman diketahui menghapus 45 kicauannya di Twitter awal pekan ini, setelah menyadari bahwa kicauannya itu mengungkap koordinat dari lokasi tempatnya berada di Suriah.

Dengan menggunakan sebagian dari tweet terebut peneliti Jeff Weyers, pengelola kelompok inteligen open-source iBrado, dapat mengetahui lokasi keberadaan Taylor awal Desember lalu yaitu di sebuah rumah di Al-Taqbah, kota di Suriah dekat basis pertahanan kelompok ISIS di Raqqa.

Taylor, yang berhasil menyelinap keluar Selandia Baru pada Mei 2012 meskipun ada larangan bepergian, muncul di Suriah Juni 2014.

“Lokasi saya sekarang di Suriah dan komitmen saya adalah berjihad untuk Allah dan Rasul-Nya,” kata Taylor dalam rekaman video yang diunggah ke YouTube bulan itu dikutip The Guardian.

Sebelumnya Taylor pernah mengatakan kepada media Selandia Baru bahwa dirinya akan tinggal di Suriah sampai mendapatkan mati syahid, namun pada bulan September dia memiliki pemikiran lain, di mana dia mengatakan telah menyadari bahwa yang dibutuhkan Suriah justru adalah bantuan dan dukungan kemanusiaan.

Pada Juni lalu di laman Facebook Taylor dengan bangga memamerkan paspor Selandia Baru-nya yang hangus dibakar, dengan mengatakan bahwa kepindahannya ke Suriah adalah perjalanan satu arah dan tidak akan kembali. Dia mengaku sejak itu terus menghubungi kantor urusan paspor Selandia Baru untuk mendapatkan penggantinya, tetapi dia belum menerima kabar balasan.

Taylor dimasukkan ke dalam daftar orang yang diawasi oleh aparat keamanan setelah mengungjungi seorang warga Selandia Baru lainnya, Muslim bin John, di Yaman tahun 2009. John terbunuh dalam serangan drone Amerika Serikat di Yaman pada November 2013 bersama dengan warga Australia, Christopher Harvard.

Akun Twitter Taylor, @M_Taylor_Kiwi sekarang sudah ditangguhkan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Ahmad Shafiq Tak Ikut Nyapres

Ahmad Shafiq Tak Ikut Nyapres

Qatar Bicarakan Rekonstruksi Gaza yang Hancur dengan Pemimpin Hamas

Qatar Bicarakan Rekonstruksi Gaza yang Hancur dengan Pemimpin Hamas

Di Negara Kaya Swiss Kemiskinan Terus Bertambah

Di Negara Kaya Swiss Kemiskinan Terus Bertambah

AS Khawatir dengan Pemilu Parlemen Rusia

AS Khawatir dengan Pemilu Parlemen Rusia

PRT Indonesia Bakar Kemaluan Batita Saudi

PRT Indonesia Bakar Kemaluan Batita Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya