Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pengadilal Turki Larang Portal yang Memuat Kartun Charlie Hebdo

Polisi Turki berjaga di depan kantor redaksi dan percetakan koran Cumhuriyet.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Satu pengadilan di Turki telah memerintahkan otoritas telekomunikasi negara untuk melarang akses ke halaman web yang menunjukkan sampul depan Charlie Hebdo dengan gambar (disebutkan sebagai) Nabi Muhammad, kata kantor berita yang dikelola negara.

The Anadolu Agency seperti dikutip AFP mengatakan, pengadilan di Diyarbakir, Turki tenggara, memerintahkan larangan pada hari Rabu (14/1/2015).

Sebelumnya, polisi menghentikan truk yang keluar dari tempat percetakan surat kabar pro-sekuler, kemudian memeriksa muatannya. Surat kabar tersebut telah berniat mencetak karikatur-karikatur pilihan Charlie Hebdo.

Koran Cumhuriyet mengatakan, polisi kemudian membiarkan kegiatan distribusi koran tersebut, setelah dari hasil verifikasi terhadap koran itu tidak memuat kartun yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad.

Koran itu pada hari Rabu menyediakan empat halaman untuk memuat kartun dan artikel pilihan guna menunjukkan solidaritas dengan Charlie Hebdo, tetapi tidak memuat kartun-kartun yang diperkirakan menyerang umat Muslim. Dua kolumnis Cumhuriyet juga menggunakan gambar hitam-putih Charlie Hebdo dalam tulisan tajuk edisi Rabu.

“Saat mempersiapkan pemuatannya, kami menghormati kebebasan keyakinan masyarakat dan kepekaan agama,” kata Pemimpin Redaksi Cumhuriyet, Uktu Cakirozer. Dia tidak menyebutkan keputusan dua kolumnis yang menggunakan gambar Charlie Hebdo dalam kolom mereka.

Polisi secara intensif menjaga keamanan di luar kantor pusat dan pencetakan Cumhuriyet sebagai tindakan pencegahan. Sekelompok kecil mahasiswa pro-Islam melakukan protes di luar kantor Cumhuriyet di Ankara.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Khitan, Kelompok Agama Austria Minta Ketegasan Pemerintah

Soal Khitan, Kelompok Agama Austria Minta Ketegasan Pemerintah

Banyak Tentara Australia Bunuh Diri Sepulang dari Afganistan

Banyak Tentara Australia Bunuh Diri Sepulang dari Afganistan

Dilarang, Gerakan Biarawan Myanmar Anti Islam Berganti Nama

Dilarang, Gerakan Biarawan Myanmar Anti Islam Berganti Nama

Kanada Dapat Memulai Vaksinasi Covid-19 Dalam Beberapa Hari Mendatang

Kanada Dapat Memulai Vaksinasi Covid-19 Dalam Beberapa Hari Mendatang

Populasi Australia Mencapai 25 Juta Jiwa

Populasi Australia Mencapai 25 Juta Jiwa

Baca Juga

Berita Lainnya