Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Turki Mengkonfirmasi Hayat Boumeddiene Menyeberang ke Suriah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Turki hari Senin (12/1/2015) mengkonfirmasi bahwa Hayat Boumeddiene, wanita pasangan dari pelaku serangan di sebuah supermarket di Paris, telah menyeberang ke Suriah pekan lalu lewat Turki.

“Dia masuk ke Turki pada 2 Januari dari Madrid. Ada gambar-gambar yang menampakkan dirinya di bandara,” kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu sebagaimana dikutip kantor berita pemerintah Anatolia, lansir AFP.

Cavusoglu mengatakan wanita 26 tahun itu, yang menikahi Amedy Coulibaly secara Islam (sirri), menginap di sebuah hotel di Kadikoy di kota Istanbul sisi Asia dan ditemani oleh seseorang.

Boumeddiene kemudian menyeberang ke Suriah pada 8 Januari, berdasarkan rekaman teleponnya, kata Cavusoglu, tanpa menjelaskan lebih lanjut apakah wanita itu pergi ke Suriah seorang diri.

Sebuah sumber keamanan Turki hari Sabtu lalu juga mengatakan kepada AFP bahwa Boumeddiene telah memasuki wilayah Turki pada 2 Januari dan diyakini pergi ke kota Sanliurfa di tenggara Turki, lalu ke Suriah.

Namun, kata sumber itu, pihak Turki tidak menangkap wanita tersebut karena tidak ada informasi intelijen dari phak Prancis ketika itu.

Pernyataan Cavusoglu itu mengkonfirmasi bahwa Boumeddiene telah berada di luar Prancis ketika serangan mematikan yang dilakukan suaminya terjadi. Fakta itu membantah spekulasi selama ini yang mengatakan Boumeddiene terlibat dalam serangan yang merenggut nyawa 17 orang tersebut.

Boumeddiene dituduh terlibat dalam serangan yang dilakukan suaminya atas sebuah supermarket kosher di Paris pada hari Jumat pekan lalu, setelah menembak mati seorang polisi wanita di dekat sinagog sehari sebelumnya.

Meskipun sebelumnya menyatakan bahwa Boumeddiene “bersenjata dan berbahaya”, sumber-sumber di kepolisian Prancis mengatakan wanita itu kemungkinan sudah berada di Turki ketika serangan terjadi.

Negara-negara Barat sejak lama menuding Turki tidak cukup melakukan upaya guna mencegah orang-orang asing yang bermaksud pergi ke Suriah untuk ikut bertempur dalam konflik di negara tetangga.

Ankara menegaskan bahwa pihaknya sekarang telah memperketat pengamanan di perbatasan dan berulangkali menegaskan bahwa negara Barat juga memiliki kewajiban untuk membagi informasi intelijen yang dimiliki kepada pemerintah Turki.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Amerika dan Jerman akan Tarik Rudal Patriot dari Turki

Amerika dan Jerman akan Tarik Rudal Patriot dari Turki

China Menjadi Negara Kedua Pengimpor LNG Terbanyak Dunia

China Menjadi Negara Kedua Pengimpor LNG Terbanyak Dunia

Yahudi Lobi AS untuk Serang Iran

Yahudi Lobi AS untuk Serang Iran

Pasukan AS Tewas di Iraq Mencapai 1.600

Pasukan AS Tewas di Iraq Mencapai 1.600

Polisi Afghanistan Bunuh 2 Taliban Pemotong Jari Manula

Polisi Afghanistan Bunuh 2 Taliban Pemotong Jari Manula

Baca Juga

Berita Lainnya