Sabtu, 27 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mahathir Mohamad: Perlunya Apa Mengejek Nabi Muhammad?

Bagikan:

Hidayatullah.com–Serangan mematikan di kantor Charlie Hebdo di Paris Rabu (7/1/2015) berhubungan dengan kecenderungan majalah tersebut melakukan provokasi terhadap Islam, kata mantan Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad.

Dr Mahathir mengatakan Charlie Hebdo telah beberapa kali menunjukkan rasa tidak hormat terhadap Islam dan sering mengejek Nabi Muhammad melalui karikatur.

“Perlunya apa mereka mengejek Nabi Muhammad yang bisa menyinggung umat Islam? Kami menghormati agama mereka dan mereka harus menghormati agama kami,” katanya ketika mengomentari serangan terhadap kantor majalah satir oleh tiga orang bersenjata yang menewaskan 12 orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka serius, seperti diberitakan Bernama, Kamis (8/1/2015).

Dr Mahathir mengatakan, provokasi tersebut seharusnya tidak dilakukan sebagai bentuk penghormatan satu dengan lainnya, meski agama kita berbeda.

Dia menambahkan, banyak non-Muslim takut Islam dan menganggap agama ini sebagai kejam karena eksposur negatif di internet, misalnya kekacauan di Timur Tengah.

“Jika mereka memahami ajaran al Quran, mereka tidak akan memiliki ketakutan terhadap Islam atau Muslim.”

Pada program “Satu Jiwa, Satu Quran”, yang Dr Mahathir menjadi pelindungnya, berharap akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Islam kepada non-Muslim.

Satu juta salinan al Quran akan dibagikan kepada masyarakat secara nasional (Malaysia) mulai bulan ini.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Amerika Mengubah Tahanan di Penjara Afghanistan

Amerika Mengubah Tahanan di Penjara Afghanistan

Maroko Larang Pemutaran Film “Exodus: Gods and Kings”

Maroko Larang Pemutaran Film “Exodus: Gods and Kings”

Silent Majority Dukung Mesir Periksa LSM Asing

Silent Majority Dukung Mesir Periksa LSM Asing

Irak dan Arab Saudi Buka Kembali Perbatasan Darat setelah 30 Tahun

Irak dan Arab Saudi Buka Kembali Perbatasan Darat setelah 30 Tahun

Aljazeera Tolak Usulan UEA Lakukan Restruktur Perusahaan

Aljazeera Tolak Usulan UEA Lakukan Restruktur Perusahaan

Baca Juga

Berita Lainnya