Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Polisi Identifikasi Pelaku Serangan Charlie Hebdo, Yang Termuda Menyerahkan Diri

Bagikan:

Hidayatullah.com–Polisi mengeluarkan identitas tersangka pelaku serangan mematikan atas kantor tabloid satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis, dan salah satu pelakunya dikabarkan telah menyerahkan diri.

Hari Rabu siang (7/1/2015) kantor Charlie Hebdo diserbu oleh tiga orang pria bertopeng yang mengenakan pakaian serba hitam dan dilengkapi senjata api. Mereka menembak mati dua petugas polisi yang berjaga di depan kantor tabloid kontroversial itu, lalu menerobos masuk ke ruang rapat redaksi dan membunuh sepuluh orang lainnya. Sebelas orang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut. [Baca berita sebelumnya; Kartun Abu Bakar Al-Baghdadi muncul, kantor Charlie Hebdo diserang]

Dilansir Aljazeera Kamis (8/1/2015), polisi telah mengidentifikasi dua pelaku penembakan di kantor Charlie Hebdo sebagai Said Kouachi berusia 32 tahun dan Cherif Kouachi berusia 34 tahun. Seorang pelaku lainnya diyakini sebagai remaja tunawisma belasan tahun.

Mengutip sumber yang dekat dengan penanganan kasus itu, France24 (8/1/2015) melaporkan bahwa seorang pemuda berusia 18 tahun pelaku serangan itu telah menyerahkan diri kepada polisi.

“Hamyd Mourad menyerahkan dirinya sendiri ke polisi … pada Rabu pukul 11 malam setelah melihat namanya beredar di media sosial,” kata sumber tersebut kepada AFP. Sumber lainnya mengatakan pemuda itu telah resmi ditahan dan dijebloskan ke dalam sel.

Kepolisian Paris mengatakan bahwa surat perintah penangkapan atas Kouachi bersaudara telah dikeluarkan. Mereka diidentifikasi sebagai orang yang “bersenjata dan berbahaya”.

Di barat laut Prancis tim anti-teroris terus bergerak melakukan operasi mencari pelaku serangan bersenjata itu.

Ribuan petugas keamanan diterjunkan untuk memburu kedua pelaku, yang diketahui terakhir meninggalkan kendaraannya di sisi timur laut kota Paris.

Menyusul aksi mematikan itu, ribuan orang turun ke jalan di Prancis mengecam tindakan yang mereka sebut biadad itu. Sementara Presiden Francois Hollande langsung mengadakan rapat darurat dengan para menterinya guna membahas insiden tersebut yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap keamanan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Berpenampilan Seperti Hitler Seorang Pria Ditangkap di Austria

Berpenampilan Seperti Hitler Seorang Pria Ditangkap di Austria

Serangan Baru Koalisi Arab Menyasar Pemberontak Al Hautsi

Serangan Baru Koalisi Arab Menyasar Pemberontak Al Hautsi

Surat Einstein Meragukan Tuhan dan Keunggulan Yahudi Terjual $2,89 Juta

Surat Einstein Meragukan Tuhan dan Keunggulan Yahudi Terjual $2,89 Juta

Parlemen Uni Eropa Desak Penyelidikan atas Hilangnya Khashoggi

Parlemen Uni Eropa Desak Penyelidikan atas Hilangnya Khashoggi

AS Ingin Masukkan Venezuela dalam Daftar Penyokong Terorisme

AS Ingin Masukkan Venezuela dalam Daftar Penyokong Terorisme

Baca Juga

Berita Lainnya