Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Inggris Bantah Pangeran Andrew Terlibat Skandal Seks dengan Anak di Bawah Umur

Bagikan:

Hidayatullah.com–Istana Buckhingham kembali mengulangi bantahannnya atas tuduhan dari seorang wanita yang mengatakan bahwa dia dipaksa melakukan hubungan seks dengan Pangeran Andrew dari Inggris dan tokoh-tokoh penting lain yang memiliki hubungan dengan seorang pengusaha Amerika Serikat.

Penegasan kembali bantahan atas tuduhan itu merupakan langkah yang tidak biasa dari keluarga Kerajaan Inggris, lansir Euronews Ahad (4/1/2015), seiring dengan maraknya pemberitaan kasus tersebut di media-media Inggris.

Wanita itu, yang diberi kode nama “Jane Doe #3” dalam surat gugatan yang diajukan pekan ini di negara bagian Florida, mengatakan bahwa pengusaha Jeffrey Epstein memaksa dirinya untuk melakukan hubungan seks dengan Duke of York di London, New York dan di sebuah pulau pribadi di kawasan Karibia, sebagai bagian dari pesta seks dengan banyak anak-anak perempuan di bawah umur lainnya.

Dilansir Aljazeera (3/1/2015), dalam surat gugatan dikatakan bahwa Epstein memerintahkan Jane Doe #3 untuk memberikan apa saja yang diminta Pangeran itu dan mewajibkan Jane Doe #3 untuk melaporkan kembali kepadanya secara terperinci soal hubungan seks terlarang yang dilakukannya itu.

Tuduhan tersebut merupakan bagian dari gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat yang diajukan oleh sekelompok wanita yang mengaku pernah dicabuli Epstein, yang pernah mendekam dalam tahanan terkait kejahatan seksual terhadap anak-anak tetapi tidak diproses di pengadilan federal karena dia membuat kesepakatan pengakuan bersalah dengan aparat hukum.

Kasus gugatan terbaru ini berkaitan dengan kasus gugatan tahun 2008, di mana sejumlah wanita mengaku menjadi korban pencabulan oleh Epstein dan mereka menuding kejaksaan telah melanggar hak-hak hukum mereka sebagai korban kejahatan.

Pangeran Andrew, putra kedua Ratu Elizabeth II, tidak disebutkan sebagai pihak yang didugat langsung dalam perkara itu.

Meskipun demikian, kata jurubicara Istana Buckhingham Meryl Walter, untuk mencegah keraguan pihaknya menyatakan segala hal yang mengarahkan pada tuduhan pelecehan anak di bawah umur oleh Pangeran Andrew adalah tidak benar.

Perempuan yang kemudian diungkap oleh media-media Inggris bernama Virginia Roberts itu mengatakan bahwa Epstein menjadikannya budak seks antara tahun 1999 dan 2002.

Dia juga mengaku melakukan hubungan seks di pesawat-pesawat pribadi dan di banyak lokasi di Amerika Serikat dengan Alan Dershowitz, seorang keturunan Yahudi profesor emeritus dari Universitas Harvard dan pengacara terkemuka di Amerika yang mewakili Epstein.

Dershowitz menyebut tuduhan wanita itu semuanya palsu.

“Ceritanya semua dan seluruhnya adalah karangan,” kata Dershowitz, seraya mengancam akan menggugat balik pengacara perempuan itu. “Saya tidak akan berhenti sampai kebenaran terkuak.”

Seorang pengacara di Florida yang mewakili wanita itu tidak menjawab permintaan media yang meminta tanggapannya.

Epstein sat ini menghadapi tuduhan memaksa wanita itu melakukan hubungan seks dengan Pangeran Andrew dalam tiga kali kesempatan antara 1999 dan 2002, di mana pertama kali dipaksa berhubungan seks wanita itu masih berusia 17 tahun atau termasuk anak di bawah umur menurut undang-undang yang berlaku di Florida, lapor Euronews (4/1/2015).*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

128 Negara Memilih Resolusi PBB Agar AS Cabut Pernyataan Mengenai Status Al Quds

128 Negara Memilih Resolusi PBB Agar AS Cabut Pernyataan Mengenai Status Al Quds

Somalia Sepakat Adakan Pemilu

Somalia Sepakat Adakan Pemilu

NATO Perpanjang Misi, Yordan Hubungi Pemberontak Libya

NATO Perpanjang Misi, Yordan Hubungi Pemberontak Libya

Tes DNA Membuktikan Uskup Agung Canterbury Justin Welby Sesungguhnya Anak Sekpri Winston Churchill

Tes DNA Membuktikan Uskup Agung Canterbury Justin Welby Sesungguhnya Anak Sekpri Winston Churchill

Akhirnya Cairo Book Fair Dibuka

Akhirnya Cairo Book Fair Dibuka

Baca Juga

Berita Lainnya