Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dalam Sepekan, Ada 3 Upaya Pembakaran Masjid di Swedia

AFP
Salah satu masjid yang dibakar
Bagikan:

Hidayatullah.com— Pihak kepolisian Swedia hari Kamis (01/01/2015), mengumumkan perburuan pelaku yang diduga secara sengaja berusaha membakar sebuah masjid, yang ketiga dalam seminggu terakhir.

Dalam sepekan telah terjadi kali pembakaran masjid di Swedia, menyusul naiknya ketegangan yang dipicu gerakan anti-imigran di negara itu.

“Seseorang melemparkan bom molotov ke bangunan (masjid),” kata Torsten Hemlin, juru bicara kepolisian Uppsala dikutip AFP.

Dia menambahkan upaya pembakaran itu tak sampai menghanguskan masjid yang berlokasi di kawasan timur Swedia tersebut.

“Mereka (para pelaku) juga menulis beberapa pernyataan rasis,” imbuh Hemlin dikutip BBC. Pada saat kejadian, ujar dia, tak ada orang di masjid tersebut.

Organisasi Komunitas Muslim, mengunggah foto coretan di pintu utama masjid yang berbunyi, “Go home Muslim shit”.

Uppsala adalah kota terbesar keempat di Swedia mendapatkan laporan awal soal upaya pembakaran itu pada Kamis pukul 04.30 GMT atau pukul 11.30 WIB.

“Tindakan kriminal ini sudah masuk klasifikasi usaha pembakaran, vandalisme, dan pernyataan kebencian,” ujar pernyataan kepolisian atas kejadian ini.

Serangan pada Kamis ini terjadi hanya tiga hari setelah serangan serupa terjadi di Esloev. Sebelumnya, tepat pada perayaan Natal, lima orang terluka ketika bom molotov dilemparkan ke dalam masjid di Eskilstuna, di timur ibu kota Swedia, Stockholm.

Sejumlah serangan ini terjadi sementara muncul peningkatan perdebatan terkait imigrasi dan integrasi pencari suaka di negara yang mengakunya dikenal toleran tersebut.

Swedia akan menerima permintaan suaka lebih dari 100.000 orang pada tahun ini, rekor baru penerimaan suaka. Bulan lalu, Partai Demokrat Swedia yang beraliran kanan, mengungguli partai penguasa saat ini yang beraliran lebih liberal soal pengungsi.

Namun pada jajak pendapat pada 27 Desember 2014, paratai penguasa yang berkoalisi dengan partai oposisi bisa mengakhiri dominasi pengaruh Demokrat, termasuk soal isu imigrasi.

Kharraki mengatakan upaya pembakaran masjid ini bisa jadi dilakuka oleh orang-orang Demokrat yang marah karena telah terpinggirkan.

“Mereka (Demokrat) berpikir Muslim adalah masalah ketika partai utama di politik sudah mengambil posisi melawan rasialisme dan Islamophobia,” duga Kharraki.

Menariknya, penyerangan Masjid di Swedia diperlakukan sebagai tindak pidana kriminal biasa, tidap seperti di Indonesia pelaku penyerangan gereja diperlakuan dengan UU terorisme.

“Ini bukan politis. Ini kriminal. Masalah kriminal ini adalah urusan polisi, bukan masalah politik,” kata Henrik Vinge, juru bicara itu.

“Kekerasan ini adalah hal yang sangat serius. Tentu saja tidak bisa diterima,” tegas juru bicara Partai Demokrat.

Komunitas Muslim, Jumat (26/12/2014), telah mengajak para politisi untuk bergabung mengambil sikap melawan kekerasan berlatar belakang rasialisme.*

 

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Paus Pertanyakan Kristen Evangelis dan Pantekosta

Paus Pertanyakan Kristen Evangelis dan Pantekosta

Kelompok HAM Sebut Relokasi Etnis Rohingya Dilakukan secara Paksa

Kelompok HAM Sebut Relokasi Etnis Rohingya Dilakukan secara Paksa

Asosiasi Pers Asing Kecam Rencana Penutupan Aljazeera

Asosiasi Pers Asing Kecam Rencana Penutupan Aljazeera

Yaman: 6 Warga Sipil Tewas Ditembak Pemberontak Al-Houthi

Yaman: 6 Warga Sipil Tewas Ditembak Pemberontak Al-Houthi

Mubarak: Pemukiman Israel Menyebarkan Terorisme

Mubarak: Pemukiman Israel Menyebarkan Terorisme

Baca Juga

Berita Lainnya