Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Seorang Mantan Senator Amerika Pimpin Perusahaan Produsen Mariyuana

Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan anggota Senat Amerika Serikat Mike Gravel telah diangkat untuk memimpin perusahaan Kush, pembuat produk-produk mariyuana (ganja) untuk kepentiangan rekreasional maupun pengobatan, kata perusahaan induknya Selasa (30/12/2014) dilansir AFP.

Gravel akan menangani pemasaran produk-produk ganja, termasuk lozenge (obat dalam bentuk permen) kanabis yang disebut “Kubby”, kata Cannabis Sativa.

Ganja masih ilegal di banyak negara bagian Amerika Serikat, tetapi beberapa di antaranya mulai tidak lagi mempidanakan penggunaannya, baik untuk keperluan medis maupun rekreasional (teler, mabuk narkoba).

Kush yang berbasis di Nevada merupakan anak perusahaan Cannabis Sativa, yang sekarang berdiri sendiri di bawah kepemimpinan Gravel, yang telah menjadi direktur perusahaan tersebut sejak didirikan.

Gravel, 84, menjadi anggota Senat dari Partai Demokrat mewakili Alaska sejak tahun 1969 sampai 1981 dan pernah menjadi kandidat calon presiden pada pemilu 2008. Dia adalah seorang pengkritik keras Perang Vietnam dan menentang “Perang Melawan Narkoba” yang dikorbarkan presiden Richard Nixon di tahun 1970an.

Kush mengatakan Gravel “membawa perspektif sangat berharga dan koneksi ke dalam kelompok kami. Dia seorang pahlawan Amerika sejati dan kami sangat senang dia mengabdi dalam kapasitasnya itu.”

Cannabis Sativa, yang dikendalikan oleh mantan gubernur negara bagian New Mexico Gary Johnson, menghasilkan sejumlah produk ganja alami, termasuk makanan yang mengandung ganja.

Dalam websitenya, perusahaan itu menyakini bahwa ganja akan menjadi “emas baru” yang bakal diburu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Israel Akan Cabut Izin Siaran Aljazeera di al-Quds

Israel Akan Cabut Izin Siaran Aljazeera di al-Quds

Muhammad Mursi

Fisikawan Nuklir Pakistan Ungkap Informasi Baru terkait Presiden Morsi

Tiga Orang Tewas dalam Aksi Penikaman di Inggris

Tiga Orang Tewas dalam Aksi Penikaman di Inggris

Lebih dari 100 Ribu Anak Rohingya Lahir di Kamp-kamp Kumuh di Bangladesh dan Myanmar

Lebih dari 100 Ribu Anak Rohingya Lahir di Kamp-kamp Kumuh di Bangladesh dan Myanmar

Pria Pakistan Dihukum Mati  di Saudi Setelah Bunuh 2 WNI asal Ponorogo

Pria Pakistan Dihukum Mati di Saudi Setelah Bunuh 2 WNI asal Ponorogo

Baca Juga

Berita Lainnya