Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tolak Kebudayaan Barat, Kota Wenzhou Larang Sekolah Gelar Acara Natal

Mahasiswa berpakaian tradisional China menentang perayaan Natal.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebuah kota di China melarang sekolah-sekolah menyelenggarakan acara berkaitan dengan Natal, lapor media pemerintah Kamis (25/12/2014) dilansir AFP.

Populasi umat Kristen di China saat ini diperkirakan sekitar 60 juta jiwa, yang terus berkembang pesat dan Natal semakin nyata dirayakan di negara yang resminya menganut paham atheis itu.

Namun, pemerintah kota Wenzhou di pesisir timur China yang kadang disebut sebagai “Yerusalem China”, karena banyaknya populasi Kristen, melarang sekolah-sekolah dari menggelar acara yang bertemakan Natal, lapor Global Times.

Para pejabat setempat berharap sekolah-sekolah lebih memperthatikan perayaan tradisional China dan bukannya perayaan yang berasal dari kebudayaan Barat, lapor koran yang dekat dengan Partai Komunis tersebut.

Ketertarikan warga China meningkat terhadap Natal, yang dipandang sebagai musim untuk berbelanja, di mana para penjual menggunakan segala macam mulai dari saxophone hingga Smurf dan kapal uap untuk menarik minat pembeli.

Namun, pemerintah kota Wenzhou tahun ini melancarkan kampanye yang ditujukan untuk mengenyahkan gereja lokal, di mana 400 lebih dipaksa mencopot salib yang terpampang jelas dan sebagian bahkan dihancurkan.

Bersamaan dengan larangan itu, sebuah universitas di China tengah mewajibkan mahasiswanya menonton kisah tentang perjalanan hidup Confusius dan bukannya merayakan Natal.

“Jadilah putra dan putri yang baik bagi negaramu, bangkitlah melawan hari-hari raya Barat yang norak,” bunyi spanduk di kampus Northwest University di kota Xi’an, seperti terlihat dalam foto yang beredar di internet.

“Cegah penyebaran budaya Barat,” bunyi spanduk lainnya.

Seorang juru bicara universitas kepada Guangming Daily mengatakan bahwa pihak kampus berharap para mahasiswanya lebih memberikan perhatian kepada tradisi kebudayaan China, dan tidak mengidolakan perayaan-perayaan dari budaya asing.

“Tolak Natal,” bunyi spanduk yang diusung para mahasiswa berpakaian tradisional China. “Orang China seharusnya tidak merayakan perayaan-perayaan asing.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Macron Menghadapi Masalah Hak Asasi Manusia Mesir di Tengah Kunjungan As-Sisi

Macron Menghadapi Masalah Hak Asasi Manusia Mesir di Tengah Kunjungan As-Sisi

Salafy Mesir Pro Demokrasi yang Sesuai Syariat

Salafy Mesir Pro Demokrasi yang Sesuai Syariat

Mencabuli Anak-Anak Perempuan di Panti Asuhan Kenya Misionaris Kristen Amerika Dibui 15 Tahun

Mencabuli Anak-Anak Perempuan di Panti Asuhan Kenya Misionaris Kristen Amerika Dibui 15 Tahun

Dikejar-Kejar Tentara Janisari, Sinterklas Masuk Islam

Dikejar-Kejar Tentara Janisari, Sinterklas Masuk Islam

Demam K-Pop Juga Menjangkiti Malaysia

Demam K-Pop Juga Menjangkiti Malaysia

Baca Juga

Berita Lainnya