Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Internasional

WikiLeaks Ungkap Dokumen Tips Perjalanan Bagi Para Agen CIA

Bagikan:

Hidayatullah.com–WikiLeaks hari Ahad (21/12/2014) merilis bocoran dokumen badan intelijen Amerika Serikat CIA yang memberikan tips kepada para agen intelijennya menjaga penyamarannya ketika bepergian dengan dokumen palsu melintasi perbatasan internasional.

Dua dokumen, masing-masing bertahun 2011 dan 2012, diberi tanda sebagai dokumen rahasia dan “NOFORN”, yang artinya isi dokumen itu tidak diperbolehkan ditunjukkan kepada badan intelijen lain sekutu mereka, kata WikiLeaks.

Dokumen tersebut memaparkan sejumlah cara agar para agen CIA menghindari pemeriksaan skrining sekunder di bandara-bandara dan perbatasan.

Sebagian dari tips itu bersifat jelas, seperti jangan membeli tike sekali jalan dengan uang tunai sehari sebelum terbang. Lainnya tidak terlalu jelas, seperti jangan terlihat berantakan (tidak rapi) ketika bepergian dengan menggunakan paspor diplomatik.

Dokumen itu menceritakan, ada satu kejadian di mana seorang agen CIA pada pagi dini hari ketika berada di sebuah bandara transit di Eropa diminta menjalani skrining sekunder, karena petugas melihat penampilannya yang berpakaian santai kelihatan tidak cocok atau tidak pantas dengan paspor diplomatik yang dipegangnya.

Dalam salah satu dokumen yang disebut “Schengen Overview” terungkap bahwa CIA sangat khawatir dengan negara-negara Eropa yang memberlakukan pemeriksaan biometrik atas para pelancong yang menggunakan paspor Amerika dan bahwa sistem baru itu meningkatkan resiko terungkapnya identitas agen CIA. Dengan kata lain, sistem pemeriksaan biometrik mempersulit agen-agen CIA melakukan perjalanan dengan menggunakan dokumen palsu.

Bocoran dokumen CIA itu memusatkan perhatian pada area Schengen, yaitu sejumlah wilayah 22 anggota Uni Eropa di mana orang-orang yang melintasi batas negara tidak perlu lagi menunjukkan paspor.

CIA dalam dokumen itu menyatakan kekhawatirannya bahwa sistem keamanan baru Uni Eropa tersebut berpotensi membuat hidup lebih sulit bagi agen-agen intelijennya.

Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan dokumen itu menunjukkan keinginan kuat Amerika Serikat untuk memata-matai negara Eropa.

“CIA telah melakukan penculikan-penculikan di negara-negara Uni Eropa, termasuk Italia dan Swedia, selama pemerintahan Bush,” kata Assange dalam pernyataannya dikutip AFP.

“Manual ini menunjukkan bahwa di bawah pemerintahan Obama, CIA masih berniat kuat untuk menginfitrasi perbatasan Uni Eropadann melakukan operasi klandestin di negara-negara anggota UE.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Rohingya OKI Ingin Dialog Langsung dengan Myanmar

Soal Rohingya OKI Ingin Dialog Langsung dengan Myanmar

Wanita Arab Emirat Dihukum Mati karena Membunuh Guru Amerika

Wanita Arab Emirat Dihukum Mati karena Membunuh Guru Amerika

Yayasan IHH Turki 15 Tahun Bantu Rohingya

Yayasan IHH Turki 15 Tahun Bantu Rohingya

Sultan Johor: Semua Aktivitas Masjid Ditangguhkan Sampai 28 April

Sultan Johor: Semua Aktivitas Masjid Ditangguhkan Sampai 28 April

Majelis Nasional Prancis Bentuk ‘Komisi Khusus untuk Muslim’, Negara Minta Ikut Urusi Masjid

Majelis Nasional Prancis Bentuk ‘Komisi Khusus untuk Muslim’, Negara Minta Ikut Urusi Masjid

Baca Juga

Berita Lainnya