Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Genjot Perdagangan dan Pariwisata, Thailand Adakan Konferensi Halal

Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Halal Thailand mendorong peningkatkan perdagangan dan wisata dengan mengadakan “Thailand Halal Assembly 2014″ pada 28-30 Desember di Bangkok, Thailand. Pertemuan perdana ini diperkirakan akan dihadiri 5.000 delegasi dari sejumlah negara.

Acara ini diselenggarakan bersama dengan Halal Science Centre dari Chulalongkorn University, Dewan Islami Pusat dan Institut Standard Halal Thailand. Acara ini dirancang untuk membantu peningkatkan standar produk dan jasa halal di Thailand guna memenuhi pasar Islam yang berkembang pesat, baik di Asia dan di seluruh dunia.

Perdana Menteri Gen Prayut Chan-Ocha akan menyampaikan pidato pembukaan. Demikian diberitakan MV Media, Senin (22/12/2014).

Tujuan utama konferensi juga berupa peluncuran Thailand Diamond Halal, satu konsep brand terhadap semua produk dan jasa halal di Thailand, dimaksudkan untuk aktivitas ekspor. Satu sesi di konferensi akan dikhususkan untuk pariwisata dan perhotelan halal, serta pariwisata pengobatan halal.

Pemerintah Kerajaan Thailand telah memberikan dukungan yang kuat untuk acara ini karena manfaat yang akan diperoleh guna integrasi sosial-budaya dan ekonomi regional ASEAN. Setelah 2015 Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai berlaku, yang terdapat 650 juta penduduk di 10 negara dengan 46% Muslim.

Ini adalah pasar yang besar yang diharapkan akan digarap oleh masyarakat Muslim di Thailand.

Menurut Prof. Dr Winai Dahlan, Direktur dan Pendiri Halal Science Centre, “Kami telah mengundang para eksekutif senior dari seluruh dunia, termasuk Organisasi Negara-Negara Islam, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta berkenalan dengan lebih dari 120.000 produk halal dan jasa dari Thailand, yang sekarang dikenal dengan brand Thailand Diamond Halal.”

Dr Pakorn Piyakorn, Direktur Institute Standar Halal Thailand menambahkan, “Ada sekitar enam juta Muslim di Thailand, untuk membantu membangun Thailand yang kuat. Dengan meng-upgrade dan melakukan sertifikasi standar halal, tahun depan produk dan layanan ini akan menjadi jauh lebih dikenal di seluruh dunia.”

Acara ini akan mencakup konferensi ilmiah dan lokakarya untuk membantu peserta dan delegasi berbagi pengetahuan tentang kemajuan di negara-negara Islam lainnya. Delegasi konferensi dan pengunjung perdagangan akan datang dari negara-negara Muslim minoritas; seperti, Afrika Selatan, India, Rusia, Inggris, Singapura, dan Selandia Baru.

Thailand memproyeksikan pertumbuhan yang kuat dari pengunjung negara-negara Muslim, khususnya Indonesia dan Malaysia, setelah Masyarakat Ekonomi ASEAN berlaku. Pengunjung dari UEA, Qatar, dan Kuwait sudah melakukan pengeluaran tertinggi di Thailand.

Mereka juga memainkan peran utama dalam membantu mengisi kamar hotel saat “Green Season”, yakni saat bulan-bulan ketika pengunjung dari pasar tradisional Eropa dan Amerika Utara mengalami sedikit penurunan.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Anak-Anak Suriah Gembira Bisa Merasakan Idul Fitri di Malaysia

Anak-Anak Suriah Gembira Bisa Merasakan Idul Fitri di Malaysia

Sebuah Pabrik di Malaysia Hadapi denda 3 Milyar karena Pasang Logo Halal Ilegal

Sebuah Pabrik di Malaysia Hadapi denda 3 Milyar karena Pasang Logo Halal Ilegal

Maksud Hati Hilangkan Virus, Uang Terpanggang Dalam Microwave

Maksud Hati Hilangkan Virus, Uang Terpanggang Dalam Microwave

Pemerintah Persatuan Libya Didukung 2 Kelompok Bersenjata di Timur

Pemerintah Persatuan Libya Didukung 2 Kelompok Bersenjata di Timur

PBB Kecam Eropa Karena Menolak dan Biarkan Migran Terombang Ambing Di Laut

PBB Kecam Eropa Karena Menolak dan Biarkan Migran Terombang Ambing Di Laut

Baca Juga

Berita Lainnya