Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Misi Arkeologi Amerika Serikat Bohong Tentang Temuan Ribuan Mumi di Mesir

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kementerian Kepurbakalaan Mesir memutuskan menghentikan kerjasamanya dengan misi arkeologi Amerika Serikat di dekat Faiyum, setelah misi itu dituduh membuat pernyataan palsu mengenai penemuan sebuah nekropolis.

Dilansir Ahram Online (19/12/2014), menurut pernyataan kementerian keputusan itu dibuat setelah misi dari Brigham Young University memberikan informasi bohong kepada sebuah koran Inggris tentang penggalian di desa Faj Al-Jamus di Mesir Atas.

Misi arkeologi BYU mengumumkan bahwa para penggali sedang bekerja di sebuah nekropolis kuno yang berasal dari sekitar 2.000 tahun lalu yang didalamnya diperkirakan terdapat satu juta kuburan. Laporan-laporan media menggambarkan kuburan itu sebagai mumi (lihat gambar).

Misi arkeologi BYU sudah bekerja di situs kuno itu selama 28 tahun.

Kepala departemen kepurbakalaan Mesir di kementerian, Youssef Khalifa, kepada Ahram Online mengatakan bahwa pernyataan yang dibuat misi Amerika itu “tidak berdasar.”

Khalifa mengatakan hanya ada satu mumi yang ditemukan di situs purbakala itu, pada tahun 1980, dan sekarang mumi tersebut sedang dipamerkan di Museum Mesir di Kairo.

Khalifa melanjutkan, Apa yang ditemukan misi arkeologi asal Amerika Serikat itu adalah ribuan tulang-belulang manusia dan sisa-sisa tulang manusia yang kondisinya sangat tidak terawetkan dengan baik.

Khalifa juga menyatakan bahwa misi BYU tersebut tidak menghormati regulasi yang dibuat kementerian dan telah melanggar peraturan, yang menetapkan bahwa tidak ada misi asing yang boleh mengumumkan temuan apapun tanpa persetujuan dari komite permanen di kementerian.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Perangi Al-Qaida, Amerika Kirim Misil dan Drone ke Iraq

Perangi Al-Qaida, Amerika Kirim Misil dan Drone ke Iraq

Iran Vonis Mati Mata-Mata AS

Iran Vonis Mati Mata-Mata AS

Gejolak di Mesir, Wakil PM Rusia Salahkan Google

Gejolak di Mesir, Wakil PM Rusia Salahkan Google

Presenter BBC Menghina Islam

Presenter BBC Menghina Islam

Donald Trump Hina Pengungsi, Anaknya Samakan Pendatang dengan Permen

Donald Trump Hina Pengungsi, Anaknya Samakan Pendatang dengan Permen

Baca Juga

Berita Lainnya