Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Penasihat Anti-Terorisme Obama: Membunuh Pemimpin ISIS Saja Tidak Cukup

Bagikan:

Hidayatullah.com–Para pemimpin Negara Islam bentukan kelompok ISIS/ISIL menjadi target pembunuhan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Namun, menurut penasihat masalah terorisme Presiden Obama membunuh para tokoh ISIS/ISIL tidak cukup untuk melumpuhkan kelompok itu yang terbukti sulit ditaklukkan.

Para pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa serangan udara telah membunuh beberapa anggota senior dan tingkat menengah ISIS/ISIL, termasuk Abu Muslim Al-Turkmani, tangan kanan pemimpin Negara Islam Abu Bakar Al-Baghdadi, sehingga menjadi pukulan serius bagi operasional kelompok bersenjata itu.

Tetapi upaya tersebut dinilai hanya melemahkan ISIS/ISIL sebentar saja.

“Mengenyahkan pemimpin-pemimpin kunci merupakan alat untuk mengacaukan rencana dan menurunkan kemampuan. Tetapi itu tidak mengalahkan atau menghancurkan organisasi-organisasi teroris,” kata Bruce Riedel, seorang mantan agen intelijen di CIA dan penasihat Presiden AS Barack Obama yang sekarang menjadi pakar terkemuka soal terorisme.

“Al-Qaidah di Iraq kehilangan pemimpin teratasnya dua kali tetapi mereka mampu bertahan dan cukup kuat untuk melahirkan Negara Islam,” kata Riedel dikutip AFP (19/12/2014).

Juru bicara Pentagon Laksda John Kirby mengatakan serangan-serangan yang dilancarkan atas para pemimpin kelompok itu telah mengacaukan “kemampuan komando dan kontrol operasi saat ini” dalam menghadapi pasukan pemerintah Iraq dan Kurdi.

Struktur komando Negara Islam sebagian besar masih menjadi misteri bagi intelijen, di mana anggota kelompok itu memiliki kepandaian tinggi dalam menyamarkan diri.

Pemikiran Barat soal struktur kepemimpinan Negara Islam yang dianggapnya mirip bentuk piramid, di mana hanya ada satu pemimpin tertinggi dengan para wakil dibawahnya dan terus turun hingga ke level bawah, tidak sesuai dengan fakta di lapangan di mana faktor ikatan kesukuan, wilayah, budaya dan historis kerap memainkan peran di dalamnya.

“Jika Baghdadi dilenyapkan sebelum kekhalifahannya berdiri tegak, kelompok Negara Islam akan menghadapi masalah serius. Namun, dengan para letnan yang pandai, kelompok itu tidak akan tamat tanpa bertempur lebih jauh,” kata Michael Ryan dari Jamestown Foundation yang berbasis di Washington.

Jenderal Martin Dempsey, pimpinan angkatan bersenjata AS, belum lama ini mengatakan kepada Senat AS bahwa Negara Islam akan dapat dikalahkan jika jubah legitimasi keagamaan mereka dilucuti dan masyarakat yang mendukungnya menolak kelompok itu.

“Aksi-aksi kami ditujukan ke arah sana. Ini membutuhkan upaya yang terus berkelanjutan selama beberapa waktu lamanya. Ini masalah umum, dan kami seharusnya sudah menduga bahwa musuh kita akan menyesuaikan taktik mereka dengan perubahan pendekatan kita,” kata Demsey.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Qadhafi:  AS dan NATO Masuk Libya Makin Berdarah

Qadhafi: AS dan NATO Masuk Libya Makin Berdarah

Ratusan Mahasiswi Demo Pelarangan Cadar Syeikh Al-Azhar

Ratusan Mahasiswi Demo Pelarangan Cadar Syeikh Al-Azhar

Riset: Covid-19 Diperkirakan Sudah Menjangkiti 12 Juta Orang di Afsel

Riset: Covid-19 Diperkirakan Sudah Menjangkiti 12 Juta Orang di Afsel

Uni Eropa Perpanjang Sanksi Pelanggaran HAM Iran

Uni Eropa Perpanjang Sanksi Pelanggaran HAM Iran

Sudan Adakan Kesepakatan Militer dengan Rusia

Sudan Adakan Kesepakatan Militer dengan Rusia

Baca Juga

Berita Lainnya