Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ilmuwan Jepang Pemalsu Laporan Riset Sel Punca Haruko Obokata mengundurkan Diri

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang ilmuwan sel punca Jepang yang menjadi pusat skandal laporan bohong mengenai riset terbaru yang dilakukannya, akhirnya mengundurkan diri.

Dr. Haruka Obokata dalam pernyataannya mengatakan, “Saya bahkan tidak dapat menemukan kata-kata untuk meminta maaf.”

Laporan Obokata tentang hasil penelitian sel punca dipublikasikan di jurnal bergengsi Nature. Dalam laporan risetnya dia mengklaim berhasil memproduksi sel punca dari sel biasa orang dewasa hanya dengan cara mencelupkannya ke dalam cairan asam selama 30 menit sambil digoyang-goyangkan.

Laporan penelitian Obokata itu mengguncangkan dunia, karena para ilmuwan yang bertahun-tahun bekerja keras menangani sel punca mendapatkan informasi tentang cara yang sangat mudah dan murah untuk menghasilkan sel yang sangat bermanfaat untuk kepentingan medis itu.

Banyak ilmuwan di berbagai belahan dunia kemudian mencoba tehnik yang dilakukan Obokata untuk memproduksi sel punca. Tetapi, semuanya mengaku gagal, tidak mendapatkan hasil seperti yang diklaim Obokata, meskipun mereka telah meniru setiap langkah dan prosedur yang dilakukan ilmuwan muda Jepang itu.

Hal tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan di kalangan pakar sel punca.

Riken Institute, lembaga riset yang membiayai penelitian Obokata kemudian menyelidiki masalah tersebut. Hasilnya, laporan penelitian Obokata ditarik dari jurnal Nature, karena diduga ada sejumlah bagian dalam laporan itu yang dikarang atau dipalsukan oleh Obokata. [Baca juga: Terlibat skandal pemalsuan riset sel punca ilmuwan Jepang bunuh diri]

Dr. Haruko Obokata, ilmuwan wanita yang bergaya modis dan sempat terlihat menikmati ketenaran dan pujian atas hasil penelitian “palsu”nya itu, kemudian dinyatakan bersalah melakukan perbuatan yang tidak patut dilakukan oleh seorang ilmuwan peneliti.

Riken yang mencoba tehnik Obokata untuk memproduksi sel punca, yang diberi nama Stap, pekan ini mengumumkan bahwa mereka tidak berhasil mewujudkannya.

Shinici Aizawa dari universitas tersebut mengatakan, “Kami telah melakukan eksperimen verifikasi, tetapi tidak dapat mengulang kembali fenomena Stap. Sebagai hasilnya, kami menghentikan eksperimen-eksperimen verifikasi tersebut.”

Dalam pengumuman pengunduran dirinya Obokata berkata, “Saya bekerja keras selama tiga bulan untuk menunjukkan hasil yang signifikan, tetapi saya kehabisan tenaga sekarang dan sangat bingung sekali.”

“Saya sangat sadar akan tanggungjawab saya yang telah menyusahkan sejumlah pihak akibat kurangnya pengalaman saya.”

“Saya bahkan tidak dapat menemukan kata-kata untuk meminta maaf,” ujar wanita yang selalu tampil trendi dan yang jas laboratoriumnya pernah menjadi sorotan karena berbeda dari jas riset pada umumnya itu dikutip BBC Jumat (19/12/2014).*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi: Masjid Berlin Sengaja Dibakar

Polisi: Masjid Berlin Sengaja Dibakar

Vatikan Kembalikan Potongan Keranjang Bayi Yesus ke Betlehem

Vatikan Kembalikan Potongan Keranjang Bayi Yesus ke Betlehem

Otoritas China: Coronavirus Pada Kemasan Makanan Beku Dapat Menular

Otoritas China: Coronavirus Pada Kemasan Makanan Beku Dapat Menular

Tiap 3 Jam Penderita HIV di Italia Bertambah

Tiap 3 Jam Penderita HIV di Italia Bertambah

Terkait ISIS, Hillary Salahkan Barack Obama

Terkait ISIS, Hillary Salahkan Barack Obama

Baca Juga

Berita Lainnya