Salafy dan Neonazi Dianggap Dua Ancaman Serius di Jerman

Kelompok anti Islam, membentuk grup gabungan Neonazi dan hooligan sepakbola bernama Pegida dengan program utama, menyebarkan kebencian terhadap umat Muslim

Salafy dan Neonazi Dianggap Dua Ancaman Serius di Jerman
dwde

Terkait

Hidayatullah.com—Gerakan dakwah Salafy dan Neonazi menjadi faktor ancaman paling serius bagi keamanan dalam negeri Jerman saat ini. Dua kelompok ini belakangan mencuat aktifitasnya di Jerman bahkan menjadi bahasan utama para menteri dalam negeri negara bagian dalam konferensi di Köln.

Gerakan dakwah yang menamakan Salafy serta gerakan anti Islam, patriotik Eropa yang menentang Islamisasi negara Barat “Pegida” diduga keras disetir kelompok Neonazi.

Kedua kelompok dipandang pemerintahan Jerman sebagai ancaman serius bagi keamanan dalam negeri. Kelompok Salafy memiliki anggota sekitar 7.000 orang, dianggap bahaya karena berinisiatif mengirim para jihadis muda dari Jerman ke kawasan konflik di Suriah dan Iraq.

Begi pemerintah Jerman, sebagaimana dikutip DW. DE, eks-jihadis yang kembali dikhawatirkan memicu serangan teror di negara ini.

Sementara yang lainnya adalah gerakan Pegida yang diduga keras disetir kelompok Neonazi dan didukung hooligan sepakbola, yang membangkitkan sentimen anti orang asing, anti Islam. Sebagian anggotanya sudah terendus sering dan siap melakukan aksi kekerasan rasialis.

Salah seorang pendiri gerakan Pegida yang marak di Dresden di bagian timur Jerman, Lutz Bachmann membantah menyebar ketakutan terhadap orang asing dan memprovokasi Neonazi untuk berhimpun melawan.

Tapi dalam aksi demonstrasi Pegida di Dresden, yang dihadiri 7.500 peserta, polisi menangkap 25 anggota Neonazi dan 120 kelompok hooligans.

Cegah radikalisme

Para menteri dalam negeri negara bagian Jerman, dalam konferensi di Köln hendak menyusun program yang bisa mencegah radikalisme terutama di kalangan generasi muda.

“Debat mengenai tendensi kebencian terhadap orang asing yang dikibarkan neonazi dan ekstrim kanan harus dilakukan secara profesional dan jangan populis,” ujar pakar politik dalam negeri partai CDU, Wolfgang Bosbach.

Sementara tuan rumah konferensi menteri dalam negeri negara bagian Nordrhein Westfalen, Ralf Jäger merancang program ganda untuk mencegah makin maraknya radikalisme. Di satu sisi dilakukan represi tegas dan di sisi lainnya program pencegahan. Dalam rencana kerja, akan dilibatkan pekerja sosial dan pakar psikologi serta perhimpunan mesjid, untuk melindungi kaum remaja agar tidak terjerumus pada kelompok radikal yang siap melakukan aksi kekerasan.

Kelompok Salafy, belakangan secara terbuka menyampaikan gagasan. Mereka pernah melakukan aksi protes dan mengusulkan pembentukan polisi syariah yang dinilai tidak sesuai konstitusi Jerman.

Di pihak lainnya, kelompok anti orang asing dan anti Islam, membentuk grup gabungan Neonazi dan hooligan sepakbola, baik bernama Hogesa, Pegida atau Dugida dengan program utama, menyebarkan kebencian terhadap orang asing atau umat Muslim serta melancarkan aksi kekerasan dan perusakan.*

 

 

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !