Senin, 18 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Pengacara Ingin Pejabat Uni Eropa Jadi Saksi Kasus Spionase Mursy

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengacara mantan presiden Mesir Muhammad Mursy hari Ahad (14/12/2014) meminta agar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton dipanggil sebagai saksi dalam kasus spionase kliennya.

Dalam persidangan, Montaser El-Zayat meminta kepada juri untuk memberikan tugas kepada Ashton, yang pernah mengunjungi Mursy di Kairo setelah dilengserkan, agar bersaksi di persidangan untuk kliennya. Saat ini Mursy ditahan tanpa boleh berkomunikasi.

Mursy dan 36 orang terdakwa lainnya dituduh bekerjasama dengan Hamas melakukan aksi terorisme di Mesir, membocorkan rahasia pertahanan negara kepada pihak asing, mendanai teroris dan menggelar pelatihan kelompok bersenjata guna kepentingan organisasi Al-Ikhwan Al-Muslimun.

El-Zayat juga minta Muhammad Fayek, pimpinan Dewan Nasional HAM , yang juga pernah mengunjungi Mursy di tahanan, untuk bersaksi di persidangan.

Pengacara Mursy berusaha untuk menggugurkan dakwaan atas kliennya, dengan argumen bahwa tuduhan itu illegal dan oleh karenanya semua prosedur yang diambil setelahnya ada batal demi hukum.

El-Zayat mengajukan bukti rekaman televisi berisi pernyataan Menteri Dalam Negeri Muhammad Ibrahin awal Nopember lalu yang mengatakan bahwa Mursy tidak bisa dikenai regulasi penjara sebab dia ditahan di sebuah fasilitas militer, yang menurut El-Zayat, illegal.

El-Zayat berusaha menggunakan masalah itu sebagai bahan pembelaan terhadap Mursy, setelah bocoran rekaman berisi percakapan yang diduga dilakukan para petinggi militer muncul di YouTube. Dalam rekaman itu orang-orang di dalamnya sedang membahas bagaimana cara memanipulasi status hukum seorang tahanan.

Menurut bocoran itu –yang tidak bisa diverifikasi keasliannya– Mursy ditahan di fasilitas militer, padahal seharusnya dia ditahan di fasilitas Kementarian Dalam Negeri sebab Mursy diadili di pengadilan umum, yang oleh karenanya penahanan Mursy dapat dianggap tidak sah.

Jaksa menilai rekaman itu merupakan hasil rekayasa. Sementara pengacara Mursy minta ada komite independen yang memeriksa rekaman tersebut, lansir Ahram Online.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Akan Mengamandemen Perjanjian Camp David, Pengacara Mesir Nyapres

Akan Mengamandemen Perjanjian Camp David, Pengacara Mesir Nyapres

Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Lagi

Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Lagi

Mahathir Umumkan Lagi Akan Mundur

Mahathir Umumkan Lagi Akan Mundur

Wabah Ebola Tampaknya akan Berakhir, Tapi Tetap Waspada

Wabah Ebola Tampaknya akan Berakhir, Tapi Tetap Waspada

Media  Prancis Dukung Kebebasan “Tertawakan” Ajaran Islam

Media Prancis Dukung Kebebasan “Tertawakan” Ajaran Islam

Baca Juga

Berita Lainnya